Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

'Tradisi Pengecoran' Ikut Berperan dalam Ambruknya Bangunan Ponpes Sidoarjo yang Tewaskan 66 Orang?

Istilah "Tradisi Pengecoran" mengemuka di tengah musibah ambruknya bangunan tiga lantai Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 'Tradisi Pengecoran' Ikut Berperan dalam Ambruknya Bangunan Ponpes Sidoarjo yang Tewaskan 66 Orang?
Tribun Jatim/M Taufik
TRADISI PENGECORAN - Di balik ambruknya bangunan tiga lantai Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, beredar cerita soal hukuman bagi santri berupa membantu mengecor bangunan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Istilah "Tradisi Pengecoran" mengemuka di tengah musibah ambruknya bangunan tiga lantai Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Tradisi itu disebut merupakan bentuk hukuman bagi santri yang melakukan pelanggaran.

Namun beberapa santri mengungkapkan, mereka hanya diminta membantu tukang, bukan melakukan pengecoran sendiri.

Sejumlah alumni membantah bahwa santri dihukum dengan mengecor. 

Mereka menyebut itu sebagai hoaks dan menyatakan bahwa tradisi sebenarnya adalah “roan”, yaitu kerja bakti membersihkan lingkungan pondok.

"Itu tidak benar. Jika disuruh ngecor, kapan kami belajarnya, proses pengerjaannya saja butuh berhari-hari," kata Anshori saat ditemui Kompas.com, Sabtu (4/10/2025). 

Ia mengatakan bahwa memang ada hukuman bagi santri yang tidak ikut kegiatan tertentu, tetapi bukan dalam perbantuan mengecor, tetapi menambah hafalan mengaji.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Anshori, di lingkungan pesantren memang terdapat tradisi roan atau bentuk gotong royong.

Roan sendiri dalam harfiahnya adalah kegiatan santri untuk kerja bakti membersihkan lingkungan pesantren.

Artinya, dikerjakan bersama-sama dalam bentuk gotong royong.

Ia menambahkan, biasanya roan dilakukan saat hari libur atau waktu tertentu.

Keterangan santri

Namun, seorang santri mengungkapkan, dirinya ikut terlibat dalam membantu proses pengecoran bangunan.

Rizki (19) menjelaskan, saat kejadian, ia melakukan pengecoran di lantai lima atas musala bersama dengan pekerja lain.

"Saya tidak tahu persis siapa saja yang tertimpa bangunan, soalnya waktu itu saya berada di atas ikut kerja." 

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas