Polisi Buru Sosok Pengirim Pesan Teror Bom 2 Sekolah di Tangsel, Minta Tebusan Rp497 Juta
Sosok pengirim pesan teror bom 2 sekolah di wilayah Tangerang, Banten, masih misteri. Ia sedang diburu polisi.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Nuryanti
TRIBUNNEWS.COM - Sosok pengirim pesan teror bom 2 sekolah di wilayah Tangerang, Banten, masih misteri.
Sosok itu sebelumnya mengirimkan pesan lewat email dan WhatsApp berisi ancaman, pada Selasa (7/10/2025).
Dua sekolah internasional yang diancam bom, yakni Jakarta Nanyang School di kawasan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Dan satunya lagi Mentari Intercultural School di Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang menegaskan, pihaknya sedang memburu sosok tersebut dengan menggandeng Direktorat Cyber Polda Metro Jaya dan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
"Kami sementara melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang mengirimkan, baik melalui WhatsApp maupun melalui email ancaman teror bom ini."
"Jadi sementara kita dalami," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Warta Kota Production, Rabu (8/10/2025).
Baca juga: Pengancam Teror Bom Sekolah Internasional di Jakarta Utara Minta Uang Tebusan dalam Bentuk Kripto
Dikutip dari TribunTangerang.com, pesan teror menggunakan bahasa Inggris.
Pelaku memakai nomor kode internasional negara Nigeria +234.
Dalam pesannya, pelaku mengaku sudah menaruh bom dan meminta tebusan 30.000 dolar AS atau sekitar Rp497,7 juta.
“Pesan ini ditujukan kepada semua orang. Kami telah menanam bom di sekolah kalian. Bom akan meledak dalam 45 menit. Jika kalian tidak membayar 30.000 dolar AS ke alamat bitcoin kami,” demikian bunyi kutipan dari pesan tersebut.
“Jika uang tidak dikirimkan, kami akan meledakkan perangkat tersebut. Bila dilaporkan ke polisi, kami akan meledakkannya langsung di lokasi,” lanjut isi pesan.
Kronologi Ancaman Bom
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang membeberkan kronologi ancaman bom di sekolah internasional ini.
Ia mengatakan, Jakarta Nanyang School adalah sekolah yang pertama dapat ancaman teror bom.
Pihak polisi menerima informasi terkait kejadian ini pada Selasa (7/10/2025) pagi.
Baca tanpa iklan