Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Duduk Perkara Bentrokan Antar Driver di Batam, Berawal dari Unggahan di Medsos

Inilah duduk perkara bentrokan antara driver online di Kota Batam, Kepulauan Riau. Disebut bermula dari unggahan di media sosial

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Duduk Perkara Bentrokan Antar Driver di Batam, Berawal dari Unggahan di Medsos
TRIBUNBATAM.ID/UCIK SUWAIBAH
BENTROKAN DRIVER ONLINE DI BATAM - Kondisi terkini depan Hotel Utama, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (12/10/2025). Dua kelompok driver online di Batam sebelumnya terlibat bentrok sekira pukul 02.00 WIB. 

Feryandi menerangkan, ada sembilan orang yang jadi korban, termasuk istri salah satu driver online.

"Infomasi korban dari kami termasuk istri anggota kami jadi ada 9 orang korban luka, sementara mobil ada lima," sebutnya.

Ia menduga, ada pihak yang sengaja menciptakan bentrokan tersebut.

"Biar kepolisian yang menulusuri seperti apa, semoga tidak terulang lagi. Dugaan dari kami ada pihak yang menciptakan kondisi bentrok ini karena posisinya mereka sudah stand by," sebutnya.

Terpisah, Ketua ADOB Batam, Djafri Rajab menuturkan bahwa sebelum bentrokan, sejumlah kelompok sudah sepakat berdamai.

Bahkan perwakilan dari masing-masing kelompok saat itu tengah berada di Polresta Barelang untuk mediasi.

"Kami tidak tahu siapa pemantiknya di lapangan, karena perdamaian itu sudah ada,"

Rekomendasi Untuk Anda

"Mungkin karena isu-isu di media sosial yang memancing emosi," ujar Djafri.

Ia juga mengaku tak mengetahui apa penyebab pasti bentrokan antar dua kelompok ini.

Baca juga: Sesalkan Bentrokan FPI dan PWI-LS, Ulama Minta Ormas Islam Hindari Konflik

Untuk itu, Djafri mengaku tengah meminta keterangan dari sejumlah anggotanya.

"Soal siapa yang memicu, biar pihak kepolisian yang melakukan investigasi lebih lanjut. Ini masalah perselisihan di medsos, isu-isu perjuangan," kata dia.

Cerita Saksi

Seorang saksi bernama Susan yang merupakan pedagang di kawasan Hotel Utama mengatakan, sebelum bentrokan terjadi massa dari Komando Batam telah berkumpul di kawasan Foodcourt Utama sejak Sabtu (11/10/2025) pukul 21.00 WIB.

Sementara ADOB mulai berkumpul di kawasan Hotel Utama pada Minggu (12/10/2025) sekira pukul 00.00 WIB.

Kedua lokasi berkumpulnya dua kelompok tersebut hanya berjarak sekitar 500 meter.

Susan menceritakan, sebelum bentrokan terjadi, ia sempat ditenangkan oleh driver online.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas