Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cekcok Perkara Jeep, Kakak dan Adik Tewas Seorang Lainnya Kritis, 3 Pelaku Diringkus

Kartawa meninggal akibat luka terbuka di kepala bagian depan dan luka terbuka di lengan bawah kanan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Cekcok Perkara Jeep, Kakak dan Adik Tewas Seorang Lainnya Kritis, 3 Pelaku Diringkus
Istimewa
KAKAK ADIK TEWAS - Dua bersaudara kakak beradik, I Ketut Kartawa (50) dan Jero Sumadi (47) tewas setelah terlibat perkelahian di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (12/10/2025) sekitar pukul 08.30 Wita. 

Pasca perkelahian itu, Jero Sumadi tewas ditebas dengan kondisi luka terbuka pada bagian perut.

Korban Kartawa mengalami luka terbuka di bagian kepala depan.

Dia juga mengalami luka terbuka pada lengan bawah kanan.

Dalam kondisi mencekam tersebut, kedua korban kemudian dilarikan ke IGD RSUD Bangli sekira pukul 09.20 Wita menggunakan mobil pikap.

Namun, saat dilarikan ke RSUD Bangli, kedua korban sudah dalam kondisi meninggal.

Selain kedua korban meninggal dunia, RSUD Bangli juga menerima satu korban dalam kondisi kritis yaitu, I Wayan Ruslan (53).

Wayan Ruslan diantar oleh ambulans puskesmas sekira pukul 10.09 Wita.

Rekomendasi Untuk Anda

Humas RSUD Bangli, Kompyang Ari Wijaya membenarkan dirinya menerima korban meninggal dunia dari Banjar Tabu, Songan. 

Terkait korban kritis, Wijaya mengatakan pasien mengalami trauma tusuk abdomen pasca perkelahian di Kintamani.

Saat ini korban sedang mendapat penanganan intensif dari petugas RSUD Bangli.

"Tindakan yang sudah diambil CT Scan dan RO Thorax rencana akan diambil tindakan operasi sore ini dan saat ini sedang persiapan untuk tindakan," ujarnya.

Sementara itu, Polres Bangli telah melakukan penyitaan beberapa barang bukti perkelahian maut itu di antaranya dua bilah pedang samurai dan sebuah tongkat besi. 

Polres Bangli melakukan langkah-langkah pencegahan dengan berkoordinasi bersama tokoh masyarakat, keluarga korban, dan keluarga pelaku agar situasi tidak berkembang menjadi konflik sosial.

"Personel kami juga ditempatkan di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga," ujar AKBP James.

Motif di balik peristiwa penganiayaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas