Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

4 Fakta Kepala SMAN 1 Cimarga Tampar Siswa yang Merokok di Sekolah

Berikut sejumlah fakta soal seorang siswa SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi korban kekerasan fisik oleh kepsek.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 4 Fakta Kepala SMAN 1 Cimarga Tampar Siswa yang Merokok di Sekolah
Kolase: Kanal YouTube KABAR WILAYAH dan Facebook Papah Zerouns
IBU KEPSEK DIDEMO - Tangkap layar video viral siswa SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, lakukan demo dan (Kanan) Ibu kepsek bernama Dini Fitria saat menjelaskan kronologi siswa ketahuan merokok. 

Ringkasan Berita:
  • Siswa SMA SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi korban kekerasan fisik oleh kepala sekolah (kepsek).
  • Korban merupakan siswa yang duduk di bangku kelas XII berinisial ILP (17), sedangkan sang kepsek bernama Dini Fitria.
  • Kepsek, ILP, hingga orang tua ILP telah buka suara perihal kejadian ini dan para siswa melakukan aksi mogok sekolah.

TRIBUNNEWS.COM - Seorang siswa SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi korban kekerasan fisik oleh kepala sekolah (kepsek).

Korban merupakan siswa yang duduk di bangku kelas XII berinisial ILP (17), sedangkan sang kepsek bernama Dini Fitria. Berikut sejumlah fakta dalam kasus ini.

1. Pengakuan Kepsek

Dini dituding telah melakukan tindakan kekerasan terhadap salah satu anak muridnya yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

Peistiwa itu terjadi pada Jumat (10/10/2025) pagi, lantaran ILP kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

Dini mengatakan, insiden itu bertepatan dengan pelaksana program Jumat bersih. 

Namun, pada saat dirinya berkeliling melihat seorang siswa tengah merokok di dekat warung kecil yang berada di luar pagar sekolah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jumat Bersih itu bagian dari rangkaian kegiatan pembentukan karakter para siswa. Saya lihat dari jarak sekitar 20-30 meter, ada asap rokok di tangan anak itu," ucapnya dalam sebuah video yang diterima TribunBanten.com, Senin (13/10/2025). 

"Saya panggil dengan suara agak keras, karena jaraknya cukup jauh. Anak itu langsung lari," sambungnya. 

Dini menyebut, ketika dimintai keterangan ILP tak mengakui perbuatannya. Hal itu membuat dirinya sempat emosi karena merasa dibohongi.

Ia mengaku telah menampar siswanya tersebut, tetapi tidak begitu keras. 

"Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras," ujarnya.

Baca juga: Siswa di Banten Ditampar karena Merokok, Kepala Sekolah: Saya Spontan

Bukan hanya itu, Dini membantah bahwa dirinya menendang siswanya.

"Saya tidak menendang. Hanya menepuk bagian punggung, itu pun karena emosi spontan. Tidak ada luka atau bekas apa pun," ucapnya. 

Dini menyatakan bahwa warung di lokasi itu memang sudah menjadi perhatian pihak sekolah karena diduga kerap menjual rokok kepada siswa.

"Kami sudah pernah mengingatkan pemilik warung, agar tidak menjual rokok. Bahkan kami buat kesepakatan, kalau masih ketahuan, kantinnya akan kami tutup sementara," ungkapnya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas