Program MBG Lancar, Lombok Timur Siap Jadi Pusat Pendidikan Unggul
keberhasilan pelaksanaan MBG di sekolah tersebut karena fleksibilitas waktu penyajian makanan dan komunikasi yang efektif
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Muhammad Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, berjalan lancar dan mendapat pengawasan langsung dari pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur yang juga Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG, Muhammad Juaini Taofik, menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara sekolah, guru, dan penyedia dapur dalam menjaga keberhasilan program.
Baca juga: 16 Siswa SMPN 1 Colomadu Jateng Keracunan MBG, Korban Mual dan Muntah
“Saya pantau terus di MTs Negeri 1 Lombok Timur karena muridnya paling banyak yaitu 1.182 siswa dan Alhamdulillah tidak ada kasus seperti yang diberitakan di media sosial,” ujar Juaini Taofik kepada media pada Senin (13/10/2025).
Ia menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan MBG di sekolah tersebut karena fleksibilitas waktu penyajian makanan dan komunikasi yang efektif antara pihak sekolah dan dapur penyedia.
“Kalau di sini penyajiannya jam 09.30 saat istirahat, jadi makanannya masih segar. Yang penting waktu belajar tidak berkurang,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara cita rasa dan kandungan gizi.
“Program ini bukan sekadar soal rasa enak tapi juga nilai gizinya. Kalau gizinya bagus tapi tidak enak, anak-anak juga tidak mau makan. Alhamdulillah kalau ada menu yang dikeluhkan, dapur cepat menyesuaikan tanpa mengurangi gizinya,” tambahnya.
Menurut Juaini, keberhasilan MBG membutuhkan dukungan dan komunikasi dari berbagai pihak.
“Sukses tidaknya program ini tidak sesederhana yang kita bayangkan. Harus ada dukungan dari sekolah, guru, dan penyedia yang mau mendengarkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Lombok Timur, H. Lalu Sundana, menyampaikan bahwa program MBG telah berjalan sekitar tiga bulan dengan hasil positif.
“Alhamdulillah tidak ada kendala, murid-murid senang dan makanan selalu habis. Kalau ada menu yang kurang cocok, sekolah bisa berkoordinasi langsung dengan dapur,” jelasnya.
Ia berharap program MBG tetap berlanjut karena memberikan manfaat besar bagi siswa.
“Anak-anak jadi lebih semangat belajar sampai siang hari. Kalau bisa, guru dan petugas yang membantu juga mendapat insentif agar lebih semangat,” ujarnya.
Baca juga: Cegah Keracunan MBG, 10 Ribu Penjamah Pangan Diturunkan BGN
Sekolah Garuda Nusantara
Selain meninjau pelaksanaan MBG, Sekda Juaini Taofik juga mengungkapkan perkembangan rencana pendirian Sekolah Garuda Nusantara di Lombok Timur.