Suami di Bali Tega Bunuh Istrinya yang Stroke, Motif Lelah Mengurusi
Seorang suami di Bali tega membunuh istrinya lantaran lelah mengurusi. Adapun korban tengah menderita penyakit stroke.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Seorang suami di Denpasar, Bali, tega membunuh istrinya yang tengah menderita stroke.
- Dia membunuh dengan cara membekap korban dengan bantal selama 15 menit.
- Adapun motifnya lantaran tersangka lelah mengurusi korban.
- Tersangka pun dijerat dengan UU P-KDRT dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.
TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria di Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar, Bali, bernama Sunardi (48) tega membunuh istrinya, Evi Dewi (50), yang tengah menderita penyakit stroke.
Sunardi menghabisi istrinya dengan cara membekapnya menggunakan bantal.
“Tersangka membekap wajah istrinya dengan bantal yang berada di samping kiri istrinya, ditekan dengan keras dengan kedua tangan,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi pada Senin (13/10/2025), dikutip dari Tribun Bali.
Adapun pembunuhan tersebut dilakukan di kos tempat mereka tinggal pada 16 September 2025 lalu sekira pukul 02.00 WITA dini hari.
Sementara motif Sunardi tega membunuh Evi lantaran lelah telah mengurus istrinya yang menderita stroke.
"Tersangka Sunardi merasa capek dan lelah mengurus istrinya yang menderita penyakit stroke," katanya.
Baca juga: Kepala Dusun Tak Menyangka Heryanto si Pendiam Tega Bunuh Dina Oktavia: Kaget, Dia Pelakunya
Sukadi menuturkan sebenarnya Sunardi sempat berniat bunuh diri dan meninggalkan istrinya sendirian.
Lantas, kata Sukadi, terbesit dalam pikiran Sunardi terkait sosok yang akan merawat istrinya jika dirinya memutuskan untuk mengakhiri hidup.
Akhirnya, Sunardi pun memutuskan untuk membunuh istrinya terlebih dahulu sebelum dia mengakhiri hidupnya.
“Setelah istrinya tewas, baru kemudian tersangka percobaan bunuh diri,” jelasnya.
Sukadi mengungkapkan cara Sunardi mengakhiri hidup dengan meminum dua gelas yang berisi campuran cairan obat pemutih dan pembersih lantai.
Selain itu, dia juga berupaya bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya menggunakan pisau.
“Sunardi juga menyayat pergelangan tangan kirinya dengan menggunakan pisau dapur hingga berdarah-darah, namun upaya bunuh diri tersebut tidak berhasil,” ungkap Sukadi.
Namun, segala upaya yang dilakukan Sunardi untuk mengakhiri hidup tak berhasil. Lantas di hari yang sama, dia langsung menyerahkan diri ke polisi.
Dia mengakui telah membunuh istrinya dan menyatakan apa yang diperbuatnya tersebut adalah salah.