Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengusaha Sawit Diperas Mahasiswi dan Pacarnya Rp 1,6 M, Modus Rekam Video Asusila

Tergoda kecantikan mahasiswi, pengusaha sawit di Riau diperas hingga Rp1,6 miliar lewat modus video call seks. Dua pelaku ditangkap polisi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Pengusaha Sawit Diperas Mahasiswi dan Pacarnya Rp 1,6 M, Modus Rekam Video Asusila
dok serambi
PEMERASAN - Mahasiswi cantik asal Kampar bersama kekasihnya ditangkap Polda Riau setelah memeras pengusaha sawit hingga Rp1,6 miliar dengan modus video call seks. 

Ternyata, Sisilia Hendriani telah menjebaknya.

Kekasih Sisilia yang bernama Syamsul Zekri, kemudian beraksi melakukan pemerasan.

Korban yang ketakutan dengan terpaksa mengirimkan uang dengan nilai kerugian hingga Rp1,6 miliar.

Korban yang merasa diperas kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berhasil menangkap kedua pelaku pada 10 Oktober 2025.

Keduanya kini meringkuk di tahanan dan dikenakan pasal pemerasan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan menjelaskan, bahwa modus yang digunakan oleh pasangan ini adalah video call seks (VCS).

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam skenario yang telah dirancang, Sisilia melakukan panggilan video dengan korban, seorang pengusaha perkebunan kelapa sawit berinisial MT.

Ternyata, selama VCS, pelaku merekam aktivitas pribadi korban selama panggilan berlangsung.

Setelah mendapatkan rekaman tersebut, pelaku kemudian mengancam akan menyebarkan video tersebut ke publik dan keluarga korban jika tidak diberikan sejumlah uang.

Ancaman tersebut membuat korban merasa tertekan dan akhirnya menyerahkan uang dalam jumlah besar.

“Pelaku melakukan kejahatannya dengan modus video call seks. Korban mengalami kerugian Rp 1,6 miliar,” ungkap Kombes Ade kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp pada Jumat (10/10/2025) malam.

Menurut penyelidikan awal, aksi pemerasan ini dilakukan secara terstruktur dan terencana.

Sisilia berperan sebagai pelaku utama yang berinteraksi langsung dengan korban.

Sementara Syamsul bertindak sebagai pengatur strategi dan eksekutor ancaman.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas