Kepsek di Lebak dan Siswa yang Ditamparnya saat Merokok Bermaafan, Apakah Proses Hukum Berlanjut?
Kepsek SMAN 1 Cimarga dan siswa yang ditampar olehnya saat merokok sudah saling memaafkan. Namun, belum diketahui bagaimana kelanjutan kasusnya.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Lapor Polisi karena Tak Terima
Ibu I, Tri Indah Alesti, mengungkapkan pelaporan terhadap Dini lantaran dirinya tidak terima sang anak digampar oleh kepala sekolah.
"Saya tidak ikhlas tidak ridho anak saya ditampar. Pokonya akan saya bawa ke jalur hukum, karena tidak terima," tegasnya pada Senin (13/10/2025).
Selain itu, Tri mengatakan pelaporan tersebut agar Dini tidak semena-mena terhadap para siswa.
"Agar tidak semena-mena aja," ujarnya.
Kepsek Dinonaktifkan, Siswa hanya Ditegur
Di sisi lain, Dini dan I telah menerima sanksi buntut kasus ini.
Adapun Dini telah dinonaktifkan sementara sebagai Kepsek SMAN 1 Cimarga. Sedangkan I hanya disanksi berupa teguran.
Terkait penonaktifan Dini merupakan perintah langsung dari Andra Soni.
Sementara, alasan penonaktifan demi menimbulkan situasi kondusif setelah ratusan siswa di SMAN 1 Cimarga mogok pergi sekolah setelah insiden ini.
"Sambil melakukan pendalaman, kita akan menonaktifkan sementara dulu guru yang bersangkutan supaya situasi kembali kondusif karena murid-murid SMAN 1 Cimarga sempat tidak masuk sekolah. Ini untuk menstabilkan kondisi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, Rabu.
Terpisah, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten, Adang Abdurrahman, mengungkapkan I turut menerima sanksi berupa teguran lantaran merokok di sekolah.
"Untuk siswa tetap ada sanksi, yaitu teguran. Guru BK sudah menangani dan orangtua juga sudah menerima. Jadi, siswa tetap diberi pembinaan karena kesalahannya merokok, tetapi kasus kekerasan yang dilakukan kepala sekolah tetap kami proses secara terpisah," ujar Adang.
Sebagian artikel telah tayang di Tribun Banten dengan judul "Momen Siswa dan Kepala SMAN 1 Cimarga Saling Memaafkan di Hadapan Gubernur Banten Andra Soni"
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Banten/Muhamad Rifky Juliana/Ahmad Tajudin/Misbahudin)