Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepsek di Lebak dan Siswa yang Ditamparnya saat Merokok Bermaafan, Apakah Proses Hukum Berlanjut?

Kepsek SMAN 1 Cimarga dan siswa yang ditampar olehnya saat merokok sudah saling memaafkan. Namun, belum diketahui bagaimana kelanjutan kasusnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kepsek di Lebak dan Siswa yang Ditamparnya saat Merokok Bermaafan, Apakah Proses Hukum Berlanjut?
Tribun Banten/Muhammad Rifky Juliana
SALING MEMAAFKAN - Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Bannten, Dini Fitria dan siswa yang ditamparnya saat merokok berinisial I akhirnya saling memaafkan. Momen ini terjadi setelah mereka dipertemukan oleh Gubernur Banten, Andra Soni di kantornya, Rabu (15/10/2025). Belum diketahui apakah laporan orang tua I akan dicabut atau tidak setelah adanya momen saling memaafkan tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Kepsek SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, dan siswa yang ditamparnya saat merokok berinisial I akhirnya saling memaafkan.
  • Momen ini difasilitasi oleh Gubernur Banten, Andra Soni pada Rabu (15/10/2025).
  • Namun, belum diketahui apakah laporan orang tua I ke polisi akan dicabut setelah anaknya dan Dini saling memaafkan.

TRIBUNNEWS.COM - Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Dini Fitria serta siswa berinisial I yang ketahuan merokok dan berujung ditampar oleh Dini, telah saling memaafkan.

Hal ini dilakukan setelah mereka dipertemukan oleh Gubernur Banten, Andra Soni pada Rabu (15/10/2025) di ruang kerjanya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Peristiwa penamparan tersebut terjadi pada Jumat (10/10/2025) lalu ketika Dini memergoki I tengah merokok di kawasan sekolah ketika kegiatan Jumat Bersih.

I pun mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Dini karena telah merokok di kawasan sekolah.

Pun dengan Dini, dia juga meminta maaf kepada I atas tindakan dan perkataannya.

"Ibu, saya minta maaf karena sudah membuat kesalahan yang fatal," ujar I dengan nada penyesalan.

"Ibu maafkan, dan ibu juga minta maaf terkait kata-kata ibu. Semoga di hati Kamu lukanya nanti hilang," timpal Dini, dikutip dari TribunBanten.com.

Baca juga: Sosok Kepsek SMAN 1 Cimarga Dinonaktifkan Usai Viral Tampar Siswa, Guru Sebut Sering Marah

Rekomendasi Untuk Anda

Selain meminta maaf, Dini juga mendoakan I agar menjadi sosok yang sukses di masa depan.

Dia juga mengingatkan I agar selalu mengingat pesan dari Andra Soni terkait keikhlasan.

"Pak Gubernur telah memberikan pengajaran tentang keikhlasan. Mudah-mudahan Indra bisa legowo, dan ibu doakan Indra sukses," ucap Dini kepada I.

Setelah saling memaafkan, belum diketahui apakah laporan orang tua I ke polisi terhadap Dini dicabut atau tidak.

Sebagai informasi, pihak orang tua memang melaporkan Dini ke Polres Lebak. Adapun laporan tersebut pun telah diterima Unit PPA Satreskrim Polres Lebak pada Jumat lalu.

"Iya benar, kita sudah menerima laporannya pada Jumat oleh ibu dan anaknya," ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Lebak, Ipda Lembong.

Lembong menuturkan sejumlah saksi pun telah diperiksa termasuk korban.

"Dua orang terduga pelaku dan korban sudah kami mintai keterangan. Masih ada saksi lagi yang akan kita periksa," katanya. 

Lapor Polisi karena Tak Terima

Ibu I, Tri Indah Alesti, mengungkapkan pelaporan terhadap Dini lantaran dirinya tidak terima sang anak digampar oleh kepala sekolah.

"Saya tidak ikhlas tidak ridho anak saya ditampar. Pokonya akan saya bawa ke jalur hukum, karena tidak terima," tegasnya pada Senin (13/10/2025).

Selain itu, Tri mengatakan pelaporan tersebut agar Dini tidak semena-mena terhadap para siswa.

"Agar tidak semena-mena aja," ujarnya.

Kepsek Dinonaktifkan, Siswa hanya Ditegur

Di sisi lain, Dini dan I telah menerima sanksi buntut kasus ini. 

Adapun Dini telah dinonaktifkan sementara sebagai Kepsek SMAN 1 Cimarga. Sedangkan I hanya disanksi berupa teguran. 

Terkait penonaktifan Dini merupakan perintah langsung dari Andra Soni.

Sementara, alasan penonaktifan demi menimbulkan situasi kondusif setelah ratusan siswa di SMAN 1 Cimarga mogok pergi sekolah setelah insiden ini.

"Sambil melakukan pendalaman, kita akan menonaktifkan sementara dulu guru yang bersangkutan supaya situasi kembali kondusif karena murid-murid SMAN 1 Cimarga sempat tidak masuk sekolah. Ini untuk menstabilkan kondisi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, Rabu.

Terpisah, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten, Adang Abdurrahman, mengungkapkan I turut menerima sanksi berupa teguran lantaran merokok di sekolah.

"Untuk siswa tetap ada sanksi, yaitu teguran. Guru BK sudah menangani dan orangtua juga sudah menerima. Jadi, siswa tetap diberi pembinaan karena kesalahannya merokok, tetapi kasus kekerasan yang dilakukan kepala sekolah tetap kami proses secara terpisah," ujar Adang.

Sebagian artikel telah tayang di Tribun Banten dengan judul "Momen Siswa dan Kepala SMAN 1 Cimarga Saling Memaafkan di Hadapan Gubernur Banten Andra Soni"

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Banten/Muhamad Rifky Juliana/Ahmad Tajudin/Misbahudin)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas