Janji Ari usai Pagar yang Blokir Jalan Dibongkar Satpol PP Semarang: Saya Warga Baik, Bukan Kriminal
Ari Setiawan (45), warga Jalan Sinar Mas, Kelurahan Kedungmundu, Kota Semarang, janji tak akan menutup akses jalan di depan rumahnya lagi.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Ari Setiawan (45), warga Jalan Sinar Mas, Kelurahan Kedungmundu, Kota Semarang, janji tak akan menutup akses jalan di depan rumahnya lagi.
- Pagar yang dibangun Ari untuk memblokir jalan umum itu telah dibongkar Satpol PP Kota Semarang, Kamis (16/10/2025).
- Ari mengklaim dirinya adalah warga yang baik dan bukan seorang kriminal. Ia sudah tinggal di kawasan tersebut sejak 2002.
TRIBUNNEWS.COM - Ari Setiawan (45), janji tidak akan membangun pagar yang memblokir jalan umum di depan rumahnya lagi.
Ari merupakan warga Jalan Sinar Mas, Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Namanya jadi buah bibir setelah menutup jalan umum di depan rumahnya. Pagar yang dibangun Ari akhirnya dibongkar Satpol PP Kota Semarang, Kamis (16/10/2025).
Ari mengaku dirinya tak memiliki niat untuk menutup jalan.
Ia berdalih hanya membeli material bangunan secara bertahap dari hasil mengumpulkan sampah plastik selama satu hingga dua tahun.
Hal itu ia lakukan demi bisa membangun atap rumahnya yang bocor.
Ia menyebut, apa yang terjadi merupakan kesalahpahaman.
"Saya bukan kriminal, saya warga yang baik, saya orang pertama kali di sini. Saya tinggal di sini pada 2002, malam Jumat," ujarnya kepada TribunJateng.com di sela pembongkaran pagar.
Dalam kesempatan itu, Ari mengungkapkan dua alasan menutup jalan umum di depan rumahnya.
Pertama, Ari berdalih menutup jalan itu karena khawatir barang-barangnya akan hilang.
"Ya karena barang saya sebelumnya pada hilang. Saya menjaga aset saya biar enggak hilang dan enggak ganggu orang enggak bisa lewat ke sini. Kan untuk sementara," ungkap Ari.
Baca juga: Satpol PP Layangkan Somasi ke Ari Warga Semarang yang Tutup Akses Jalan Umum: Kamis Kita Bongkar
Kedua, Ari menyebut, penutupan jalan itu ia lakukan karena alasan kesehatan warga sekitar.
Sebab, Ari mendapat kabar ada anak tetangga yang baru pulang dari rumah sakit, sehingga jalan ditutup untuk menghindari debu proyek.
"Saya sebagai orang yang toleransi, jalan tak tutup biar nggak debu. Katanya anaknya (tetangga) mau pulang dari rumah sakit, habis sakit. Tak tutup. Saya sengaja pakai seng sendiri. Tak naikin," dalihnya.
Namun, blokade yang dilakukan Ari mengakibatkan akses jalan terganggu.
Baca tanpa iklan