Roni Meninggal Setelah 2 Hari Dirawat, Korban Tewas Ledakan Kapal di Batam Kini 11 Orang
Roni Andreas Harefa, korban yang sempat dirawat di RS Mutiara Aini menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (16/10/2025).
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Jumlah korban tewas akibat ledakan kapal Federel II di Batam bertambah menjadi 11 orang
- Sebelum tewas, korban bernama Roni Andreas Harefa sempat dirawat di RS Mutiara Aini
- 8 jenazah korbann sudah dipulangkan ke kampung halaman mereka di Sumatra Utara
- Masih ada puluhan korban lainnya yang dirawat di RS
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Jumlah korban meninggal akibat insiden meledaknya kapal MT Federal II di galangan kapal milik PT ASL Tanjunguncang, Batuaji Kota Batam bertambah.
Roni Andreas Harefa, korban yang sempat dirawat di RS Mutiara Aini menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (16/10/2025).
Baca juga: Kapal Federal II Terbakar di Batam: Korban Berjumlah 31, 10 Orang Meninggal Dunia
Korban merupakan subkontraktor dari PT Rotary yang bekerja di sana. Dia beralamat di Batu Aji, Kota Batam.
Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengatakan pihaknya mendapatkan informasi meninggalnya Roni sekitar pukul 15.00 WIB.
"Berdasarkan hasil pendataan ulang, total korban semuanya ada 31 orang. Kini korban meninggal menjadi 11 orang dan 21 orang luka-luka," kata Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang saat dikonfirmasi, Kamis (16/10/2025) sore.
Dengan meninggalnya Roni, tercatat dari 11 korban meninggal masing-masing 5 orang meninggal dunia di RS Aini, 4 di RS Elisabeth, dan 2 lainnya di RSUD Embung Fatimah.
Berikut identitas 11 korban meninggal:
- Andi Haryono
- Anton (48 tahun)
- Chandra Pasaribu (36 tahun)
- Dhimas Saputra
- Frenki Protes Pane (41 tahun)
- Habibulloh Siregar
- Idris Sardi
- Krisman Simatupang (51 tahun)
- Maradong Tampubolon
- Ramadhani Risky Nasution (19 tahun)
- Roni Andreas Harefa
8 Jenazah Dipulangkan ke Kampung
Sementara itu 8 jenazah korban ledakan kapal Federal II galangan kapal PT ASL Shipyard Tanjung Uncang dipulangkan kampung halaman mereka di Sumatra Utara.
Mereka diberangkatkan dari kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, Kamis (16/10/2025) pagi menuju Bandara Hang Nadim Batam.
Satu per satu jenazah yang telah dimuat ke dalam peti mayat dievakuasi ke dalam mobil ambulans milik Polda Kepri.
Setelah delapan jenazah diangkut ke dalam delapan mobil, mereka beriring-iringan menuju cargo bandara dikawal mobil patwal.
Suara sirine menyatu dengan isak tangis keluarga. Suasana haru mewarnai lokasi.
Beberapa anggota keluarga tampak tak rela melepas pemberangkatan jenazah.
Baca tanpa iklan