Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Guru Selamatkan Murid dari Menu MBG Basi, 13 Siswa Lain Terlanjur Makan dan Muntah

13 siswa SDN Margamulya muntah usai makan MBG basi. Guru selamatkan kelas bawah, menu nasi goreng diduga jadi penyebab.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Guru Selamatkan Murid dari Menu MBG Basi, 13 Siswa Lain Terlanjur Makan dan Muntah
(jaenal abidin/tribun jabar)
MENU MBG - Makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan belasan pelajar SDN Margamulya, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (17/10/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang guru berhasil menyelamatkan seorang murid dari menu makanan bergizi (MBG) yang diduga basi.

Namun 13 siswa lainnya terlanjur mengonsumsi dan mengalami muntah-muntah, memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

Insiden itu terjadi di SDN Margamulya, Singparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat (17/10/2025) pagi.

Guru PJOK SDN Margamulya, Eddy Prasetyo, menjelaskan bahwa hal itu terjadi lantaran siswa di kelas-kelas tersebut terlanjur memakan menu nasi goreng sebelum guru sempat menarik kembali makanan yang sudah mulai terdeteksi benyek dan berbau.

Sementara siswa kelas 1, 2, dan 3 selamat karena menu MBG mereka ditarik tepat waktu. 

Menu MBG yang dibagikan sekitar pukul 07.30 WIB itu berasal dari Dapur SPPG Singaparna dengan total 334 paket.

Menurut Eddy Prasetyo, insiden keracunan yang hanya menimpa kelas atas (4, 5, dan 6) ini berkaitan dengan prosedur pembagian makanan.

Rekomendasi Untuk Anda

Biasanya, guru akan mengecek kondisi makanan sebelum dibagikan.

Namun, saat kejadian, pihak sekolah mendapat instruksi dari dapur agar menu nasi goreng segera dikonsumsi setelah dibagikan.

"Biasanya kita cek kondisi dulu sebelum dibagikan ke peserta didik, tapi ada instruksi untuk menu MBG supaya langsung dimakan, dan beberapa anak ada yang sudah makan," ungkap Eddy.

Pelajar kelas 4, 5, dan 6 yang sudah terlanjur mengonsumsi makanan tersebut tak lama kemudian merasakan sakit perut hingga muntah.

Guru pun langsung mengambil tindakan dengan membawa 13 anak yang terdampak ke unit kesehatan sekolah (UKS) dan ditindaklanjuti oleh pihak puskesmas.

Penyelamatan Siswa Kelas Bawah

Sementara itu, siswa kelas 1, 2, dan 3 berhasil selamat dari keracunan karena makanan yang dibagikan tidak sempat mereka santap.

"Untuk kelas 1, 2 dan 3 tidak terdampak karena langsung kita tarik makanannya sebelum dikonsumsi," jelas Eddy.

Meskipun menu nasi goreng ini serempak dibagikan di semua satuan pelayanan pendidikan hari itu, masalah utama ditemukan pada kondisi fisik makanan.

Eddy membenarkan bahwa menu yang diduga basi tersebut terdapat pada nasi goreng.

"Yang bau dari nasi goreng, dan menu lain ada ayam goreng, lalapan dan buah jeruk. Dan Semuanya nasi goreng untuk hari ini di semua satuan layanan pendidikan," tambahnya.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Dapur SPPG Singaparna terkait dugaan keracunan yang menimpa belasan pelajar SDN Margamulya tersebut.

Menu MBG Diduga Penyebab Keracunan

Diduga, penyebab keracunan berasal dari menu yang disajikan SPPG Singaparna.

Menu MBG yang dibagikan itu adalah nasi goreng, ayam goreng dengan sayur selada serta tempe orek dan buah.

Kondisi nasi gorengnya sendiri sudah benyek dan berbau sebelum sempat dicek oleh guru.

Insiden ini terjadi setelah para guru membagikan menu MBG kepada seluruh kelas.

Menurut pengakuan Eddy Prasetyo, Guru PJOK SDN Margamulya, biasanya pihak sekolah akan mengecek kondisi makanan terlebih dahulu sebelum dibagikan.

"Biasanya kita cek kondisi dulu sebelum dibagikan ke peserta didik, tapi ada instruksi untuk menu MBG supaya langsung dimakan, dan beberapa anak ada yang sudah makan," ungkap Eddy kepada wartawan TribunPriangan.com.

Akibat instruksi tersebut, beberapa pelajar dari kelas 4, 5, dan 6 sudah terlanjur mengonsumsi makanan sebelum dideteksi kondisinya.

Alhasil, belasan anak langsung merasakan sakit perut hingga muntah.

"Untuk menu hari ini itu ada nasi goreng, ayam goreng, sayuran, dan buah, nah untuk yang bau itu pada nasi, kondisinya sudah benyek," ucap Eddi.

Para guru langsung mengambil tindakan cepat dengan membawa siswa yang terdampak ke unit kesehatan sekolah (UKS) untuk mendapatkan penanganan pertama.

Beruntung, menu MBG yang dibagikan ke kelas 1, 2, dan 3 tidak sempat dikonsumsi karena guru cepat tanggap menarik kembali makanan tersebut setelah terdeteksi adanya bau tidak sedap.

"Kami sudah data, jumlahnya ada 13 anak berasal dari kelas 4, 5 dan 6. Sedangkan untuk kelas 1, 2 dan 3 tidak terdampak karena langsung kita tarik makanannya sebelum dikonsumsi," jelas Eddy, seraya menambahkan bahwa pelajar yang mual dan muntah langsung ditindaklanjuti oleh pihak puskesmas di sekolah.

Kasus ini menambah panjang daftar insiden keracunan MBG, setelah sebelumnya terjadi kasus massal dengan ribuan korban di Bandung Barat, memicu kekhawatiran serius terkait kualitas dan pengawasan sajian makanan yang diberikan kepada siswa.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id 

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas