Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Satu dari 2 Nelayan Hilang Usai Ditabrak Tongkang di Muna Sultra Ditemukan Tewas

La Rone (63), salah satu dari dua nelayan yang hilang usai longboat yang ditumpangi ditabrak kapal tongkang ditemukan meninggal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Satu dari 2 Nelayan Hilang Usai Ditabrak Tongkang di Muna Sultra Ditemukan Tewas
Tangkapan layar video viral
TONGKANG TABRAK KAPAL NELAYAN - Tangkapan layar video detik-detik tongkang tabrak kapal nelayan di perairan Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (18/10/2025). La Rone (63), salah satu dari dua nelayan yang hilang usai longboat yang ditumpangi ditabrak kapal tongkang ditemukan meninggal, 

Ringkasan Berita:
  • Longboat atau kapal nelayan ditabrak tongkang di perairan Muna Sulawesi Tenggara
  • 2 korban hilang usai terjatu ke laut
  • Salah satu korban ditemukan meninggal dunia
  • Seorang korban lainnya belum ditemukan


TRIBUNNEWS.COM, KENDARI - La Rone (63), salah satu dari dua nelayan yang hilang usai longboat yang ditumpangi ditabrak kapal tongkang ditemukan meninggal, Minggu (19/10/2025).

Nelayan asal Desa Tampo, Napabalano, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara sebelumnya terjatuh ke laut saat longboatnya ditabrak tongkang.

Baca juga: Di Samarinda Kaltim, Jembatan Mahakam Puluhan Kali Ditabrak Kapal Tongkang, Begini Solusi Pengamat

Tak cuma La Rone, rekannya La Onus juga hilang.

Sementara itu Muhtari (48) asal dari Desa Tampo, Napabalano, Muna selamat.

Peristiwa itu terjadi di sekitar perairan Tampo dan Pulau Renda, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (18/10/2025).

Dari rilis Basarnas Kendari, pukul 08.15 Wita tim SAR Gabungan menemukan satu korban bernama La Rone dalam kondisi meninggal dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

 

 

"Selanjutnya korban dievakuasi ke rumah duka. Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian satu orang korban lagi," tulis rilis Basarnas.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Sultra, AKBP Tenri Wardi mengungkap hasil penyelidikan sementara.

Terungkap beberapa fakta, terkait insiden kecelakaan laut tersebut. Diduga perahu nelayan, memotong jalur saat kapal tongkang melintas. 

Lalu perahu yang bermuatan tiga nelayan itu, tersangkut pada tali towing yang menarik tongkang. 

"Sehingga perahu tersebut tak dapat bergerak karena mengalami mati mesin, lalu akhirnya tertabrak," ungkapnya saat dihubungi TribunnewsSultra.com.

Ia menambahkan, akibat dari kejadian tersebut, dua nelayan hilang dan kini dalam proses pencarian.

Sementara satu orang lainnya berhasil selamat. 

Sumber: Tribun Sultra
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas