Sosok Ustaz Lancip yang Hadiahi Kepsek SMAN 1 Cimarga Umrah Gratis, Pernah 2 Kali Viral
Ustaz Haji Ahmad Rifky menghadiahkan umrah gratis kepada Dini Fitria, Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga yang tersandung kasus penamparan terhadap siswa.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Sembako itu akan dikembalikan kepada seseorang bernama Fuad yang kerap mencemoohnya dengan sebutan "tim pemburu berkat".
Lancip pernah pula viral pada tahun ketika memimpin memimpin proses sumpah pocong yang dilakukan oleh Arya Wiguna di tengah konflik dengan pengacara Farhat Abbas.
Arya Wiguna mengaku mengetahui skandal perselingkuhan Farhat Abbas saat masih menikah dengan Nia Daniati.
Guna menguatkan pengakuannyaa, dia menjalani prosesi sumpah pocong dengan dibantu oleh Lancip.
Arya Wiguna melakukan sumpah pocong (mubahallah) demi membuktikan tudingannya kepada Farhat Abbas adalah benar adanya. Arya merasa ada di pihak yang benar.
"Azabnya itu bisa lama atau sebentar, bisa sehari, seminggu atau beberapa tahun ke depan. Saya titip pesan ikhlaskan hati saja. Saya di sini sebagai mediator, selanjutnya urusan dengan Farhat Abbas itu diserahkan kepada Allah," kata Lancip saat itu.
Baca juga: Syukur Dini Fitria, Kepala SMAN 1 Cimarga Dapat Umrah Gratis: Orang yang Dizalimi Doanya Dikabulkan
Sebenarnya, Lancip berharap dua pihak yang berkonflik itu bisa sama-sama bersumpah.
"Keadilan paling baik adalah Mubahallah, dia selesaikan urusan semua kepada Allah. Harusnya disandingkan dua-duanya, siapa di antara mereka diazab oleh Allah. Dari tanggal 7 Februari ini sampai seterusnya bang Arya selamat atau enggak. Kalau enggak selamat berarti dia berbohong," katanya.
Kronologi kasus Dini menampar siswa
Sang murid, ILP, mengklaim kejadian penamparan bermula ketika merokok di belakang warung yang berada di sekitar sekolah pada hari Jumat, (10/10/2025).
ILP lalu bertemu dengan Dini yang langsung menegurnya.
"Saya kaget waktu ketemu kepsek. Rokok langsung saya buang, tapi disuruh nyari lagi sama kepala sekolah," kata ILP, Sabtu, (11/10/2025), dikutip dari TribunBanten.com.
"Enggak ketemu-ketemu, lalu kepsek bilang saya bohong."
"Terus beliau marah, nendang saya di bagian punggung, terus nampol saya di pipi kanan."
ILP mengklaim tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga mendapat makian dengan kata-kata kasar saat peristiwa itu terjadi.
"Kepsek bilang g*****, a*****, terus nyuruh saya nyari rokok lagi, padahal udah enggak ada," ujarnya.
Baca tanpa iklan