Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bocah 5 Tahun Dirantai Orangtua saat Bekerja, Tanpa Makanan dan Hanya Diberi Kopi

Bocah 5 tahun di Lampung dirantai ke tiang kayu oleh orangtua saat ditinggal bekerja, hanya diberi segelas kopi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Bocah 5 Tahun Dirantai Orangtua saat Bekerja, Tanpa Makanan dan Hanya Diberi Kopi
Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
ILUSTRASI GARIS POLISI - SN (5), bocah di Lampung Selatan, ditemukan lemas dan ketakutan dengan kaki terikat rantai ke tiang kayu di rumahnya. 

TRIBUNNEWS.COM - SN (5), seorang bocah di Lampung Selatan, Provinsi Lampung dirantai orangtua. Ini dilakukan karena orangtua pergi bekerja.

Upaya itu agar anak tidak keluar rumah saat orangtua beraktivitas di luar. Rantai dipaku kuat ke tiang kayu di dalam rumah, menyebabkan luka dan trauma pada anak. 

Orangtua yang melakukan itu adalah Emi (32) ibunya dan Teguh (35) ayah tiri.

SN dirantai di rumah yang berada di Desa Karya Tani Register 45, Kecamatan Mesuji Timur, Lampung Selatan, Lampung.

SN dirantai ke tiang kayu di dalam rumah setiap kali orangtua pergi bekerja sejak pukul 04.00 WIB hingga malam hari.

Mereka membawa anak bungsu yang masih berusia dua tahun ke luar rumah. Sedangkan, SN ditinggalkan seorang diri.

Orangtua itu hanya memberikan segelas kopi tanpa makanan. Hal ini terungkap waktu warga sekitar melakukan penggerebekan. Pada saat ditemukan, kaki SN terikat rantai yang dipaku kuta ke tiang kayu.  

Rekomendasi Untuk Anda

Warga yang curiga karena tangisan SN mendobrak pintu rumah dan menemukan SN dalam kondisi mengenaskan. Rantai dilepaskan dengan palu, SN langsung menangis dan dipeluk warga. SN menangis karena lapar dan ketakutan, terdengar oleh warga sekitar.

Lingkungan rumah tidak layak huni, lantai tanah dan dinding kayu lapuk

Warga sekitar beberapa kali mendengar tangisannya, namun tidak menyangka kondisinya seburuk itu.

“Kasihan sekali, hampir tiap hari kami dengar tangisannya dari dalam rumah. Ternyata dia dikurung dan dirantai,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Kejadian itu bermula saat tangisan SN yang terus terdengar tanpa henti membuat warga akhirnya curiga.

Beberapa orang kemudian memutuskan untuk mendatangi rumah tersebut. Setelah mengetuk berkali-kali namun tidak ada jawaban, warga akhirnya mendobrak pintu rumah.

Begitu terbuka, mereka dibuat terkejut dan marah menemukan SN duduk di lantai dengan kaki kanan terjerat rantai yang menempel kuat pada tiang kayu.

Bocah itu tampak lemas, ketakutan, dan menangis sesenggukan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas