Usai Bunuh Istrinya, Pegawai BUMN di Banyuwangi langsung WhatsApp Polisi
Seorang pegawai BUMN di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tega bunuh istrinya sendiri, Senin (20/10/2025) pakai pisau dapur
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Seorang pegawai BUMN di Banyuwangi, Jawa Timur tusuk istrinya sendiri hingga tewas
- Korban yang bekerja di bank swasta tewas setelah menerima tusukan di dadanya
- Pelaku langsung menyerahkan diri setelah menghabisi nyawa istrinya
TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria berinisial GDF (41) nekat membunuh istrinya sendiri, BW (54) di rumahnya di Jl Serayu, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (20/10/2025).
D merupakan seorang pegawai di bank swasta di Banyuwangi, sementara pelaku bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di kabupaten yang sama.
Pelaku membunuh korban dengan menggunakan sebuah benda tajam.
Aksi pembunuhan tersebut dikonfirmasi Kapolsek Banyuwangi Kota, AKP Hendry Cristianto.
"Benar, telah terjadi pembunuhan," kata AKP Hendry, dikutip dari Surya.co.id.
Pelaku Kirim WhatsApp ke Polisi
Setelah menusuk istrinya hingga tewas, GDF lantas mencari informasi nomor telepon polisi di grup WhatsApp.
Setelah mendapat kontak polisi, ia mengirim pesan dan mengaku telah membunuh istrinya.
Demikian yang disampaikan Kapolresta Banyuwangi Kombes Rama Samtama Putra.
"Tadi sekitar pukul 08.30 WIB, terduga pelaku ini mengirim pesan WhatsApp kepada salah satu personel Polresta Banyuwangi dari unit Laka,"
"Isi pesannya adalah menyampaikan, bahwa ia ingin menyerahkan diri karena telah melakukan pembunuhan terhadap istrinya," ujar Kombes Rama.
Setelah mendapatkan kabar tersebut, anggota Satlantas Polresta Banyuwangi langsung meneruskan informasi ke Sat Reskrim Polresta Banyuwangi.
Baca juga: Kronologi Siswi SMP Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Plered Purwakarta, Awalnya Pergi Kerja Kelompok
Anggota polisi langsung datang ke lokasi tempat kejadian.
"Tim Resmob Polresta Banyuwangi bergerak menuju TKP, dan menemukan terduga pelaku berada di teras rumah dengan kondisi pintu terbuka," tutur Kombes Rama, dikutip dari Surya.co.id.
Setibanya di lokasi, polisi melihat korban sudah tergeletak tak bernyawa di ruang makan dengan dada bersimbah darah.
Pelaku pun langsung diamankan, dan polisi melakukan olah TKP.
"Proses penyelidikan dan penyidikan akan dilakukan lebih lanjut," imbuh Rama.
Dari keterangan pelaku, ia mengaku bahwa telah menusuk istrinya menggunakan pisau dapur.
"Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi," ucapnya.
Rama menuturkan, kondisi rumah sedang sepi saat terjadi aksi penusukan.
Anak pertama korban berada di Malang untuk kuliah, sementara anak kedua sekolah di SMK, dan anak ketiga sekolah di SMP.
"Berdasarkan keterangan, anak-anak pasangan ini ada tiga orang, dan saat kejadian mereka sedang berada di luar rumah,"
"Beberapa di antaranya sedang sekolah. Jadi, di rumah hanya ada pelaku dan korban," tandas Rama.
Kata Tetangga
Much Safii, Lurah Panderejo menuturkan, kabar pembunuhan tersebut ia terima pada pukul 09.30 WIB.
Ia menuturkan, kasus ini tengah ditangani polisi.
"Kasusnya saat ini tengah ditangani pihak kepolisian," ujarnya.
Sementara korban dibawa ke RSUD Blambangan untuk ditangani lebih lanjut.
Baca juga: Driver Ojol Jadi Saksi Kunci Pembunuhan Wanita Hamil di Hotel Palembang, Tersangka Buang HP Korban
Saffi juga menceritakan, selama mereka tinggal, tak ada kabar buruk mengenai keluarga korban dan pelaku.
Secara ekonomi juga keduanya bisa disebut berkecukupan.
"Mereka baik-baik saja selama ini. Aktivitas mereka sehari-hari bekerja berangkat pagi, pulang sore," tambah dia.
Tetangga korban, Rosi, juga mengaku tak pernah mendengar keduanya cekcok.
Rumah Rosi berada di sebelah rumah korban yang hanya terpisah gang kecil.
Kepada Surya.co.id, Rosi tak mengetahui adanya pembunuhan.
Tiba-tiba, ujar Rosi, di depan rumah korban sudah ada polisi.
"Nggak pernah. Sampai pagi tadi pun nggak ada suara bertengkar. Tiba-tiba saja sudah ada polisi, sudah ramai. Saya baru tahu ada pembunuhan," kata Rosi.
Rosi juga mengaku akrab dengan korban, bahkan pada malam sebelum kejadian, ia sempat bertemu dengan BW dalam sebuah kegiatan warga.
"Kemarin waktu pengajian ketemu. Ketemu, ya, biasa saja, nggak ada cerita apa-apa,"
"Orangnya sibuk juga, jadi jarang ngobrol panjang," ucapnya.
Antara korban dan pelaku, lanjut Rosi, menikah pada 2011 lalu.
Sang suami perjaka sementara sang istri janda beranak dua. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak.
"Jadi anaknya semua tiga. Yang pertama kuliah di Malang, yang kedua sekolah SMK, dan ketiga masih SMP. Yang tinggal di rumah ini dua anaknya, karena yang satu di Malang," tuturnya.
Ia juga masih tak percaya atas tindakan GDF, pasalnya keduanya dikenal sebagai warga yang baik dan tak pernah ada keributan.
Baca juga: Driver Ojol Jadi Saksi Kunci Pembunuhan Wanita Hamil di Hotel Palembang, Tersangka Buang HP Korban
"Baik-baik saja, nggak pernah ada masalah atau keributan. Sosialisasinya juga bagus, mereka orangnya baik," tutur dia.
Sebagian artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul BREAKING NEWS Suami Bunuh Istri di Panderejo Banyuwangi, Polisi Lakukan Olah TKP
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Surya.co.id, Aflahul Abidin)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.