Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenkes: Mahasiswa Koas yang Diduga Terlibat Perundungan Timothy Dikembalikan ke Kampus

Selain mahasiswa kedokteran tersebut enam mahasiswa sudah mengakui telah melakukan perundungan kepada Timothy. Terduga pelaku tak lanjut kegiatan KOAS

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kemenkes: Mahasiswa Koas yang Diduga Terlibat Perundungan Timothy Dikembalikan ke Kampus
Instagram @@univ.udayana
DOA UNTUK TIMOTHY - Mahasiswa dan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana menggelar Renung atas meninggalnya Timothy Anugrah Saputra, mahasiswa Sosiologi FISIP Unud. 

Ringkasan Berita:
  • Terduga pelaku sementara tidak melanjutkan program koas di RS Ngoerah, Bali.
  • Keputusan ini diambil melalui kesepakatan antara RS Ngoerah dengan FK Universitas Udayana.
  • Langkah itu diambil lantaran, menimbulkan citra buruk bagi RS Ngoerah dan Unud.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya buka suara atas kasus keterlibatan mahasiswa fakultas kedokteran (FK) yang diduga menjadi pelaku bullying terhadap Timothy Anugerah Saputra.

Baca juga: Tragedi di Kampus Udayana: Timothy Tewas Diduga Akibat Bullying, DPR Desak Keadilan

Mahasiswa kedokteran dari Universitas Udayana (Unud) Bali itu sedang menempuh program profesi sebagai ko-asisten (koas) di Rumah Sakit (RS) Ngoerah, Denpasar, Bali.

Ia mengatakan, yang bersangkutan sudah dikembalikan ke Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Keputusan ini diambil melalui kesepakatan antara RS Ngoerah dengan FK Universitas Udayana.

“Sudah ada kesepakatan antara RS Ngoerah dan FK Unud. Sementara yang bersangkutan dikembalikan ke FK Unud untuk dilakukan penelitian lebih lanjut,” kata dr Azhar kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan demikian, terduga pelaku sementara tidak melanjutkan program koas di RS Ngoerah.

Sebelumnya, Plt Direktur Utama (Dirut) RS Ngoerah I Wayan Sudana mengancam yang bersangkutan  dikembalikan kepada pihak kampus jika terbukti melakukan bullying terhadap Timothy.

Langkah itu diambil lantaran, menimbulkan citra buruk bagi RS Ngoerah dan Unud.

Pihaknya menyatakan komitmennya untuk menciptakan lingkungan belajar dan kerja yang aman, beretika, dan saling menghargai.

"Ini menimbulkan citra buruk terhadap RS Ngoerah dan Unud, karena itu mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi," ungkapnya pada Minggu (19/10/2025), dikutip dari Tribun Bali.

Untuk diketahui, Timothy adalah mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud yang meninggal dunia setelah melompat dari lantai dua gedung FISIP Unud pada Rabu (15/10/2025) lalu.

Alih-alih bersimpati, kematian Timothy malah diperbincangkan hingga berujung ejekan oleh mahasiswa lintas fakultas di Unud.

Baca juga: Kasus Dugaan Bunuh Diri Timothy, Polisi: CCTV di Lantai 4 FISIP Unud Rusak sejak 2 Tahun Lalu

Selain mahasiswa kedokteran tersebut, enam mahasiswa sudah mengakui telah melakukan pembullyan terhadap Timothy.

Mereka pun telah mengunggah video permintaan maaf di masing-masing akun media sosial yang dimiliki.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas