Desi Menduga Suaminya Tewas Ditembak dari Jarak Dekat, Polisi Sebut Pembunuhan Direncanakan
Desi meyakini suaminya ditembak dari jarak dekat. Ia menduga penembakan terjadi di dalam mobil, bukan dari luar.
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Husain tewas ditembak di dalam mobil
- Pelakunya 3 orang diduga masih satu keluarga
- Istri korban menduga suaminya itu ditembak dari jarak dekat
- Polisi sebut pelaku sudah merencanakan pembunuhan itu
TRIBUNNEWS.COM, POLMAN – Husain (35), warga Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat tewas bersimbah darah di dalam mobil, Sabtu (20/9/2025) pekan lalu.
Pelakunya, DR, FR, dan AK ditangkap di lokasi berbeda di wilayah Polman sejak Minggu (19/10/2025).
Baca juga: Jenazah Korban Penembakan KKB di Asmat Ditemukan Mengambang, Tubuhnya Diikat di Mesin Katinting
Istri korban, Desi meyakini suaminya ditembak dari jarak dekat.
Ia menduga penembakan terjadi di dalam mobil, bukan dari luar.
"Kalau ditembak dari luar, suamiku pasti bisa menahan atau menghindar," kata Desi kepada Tribun-Sulbar.com.
Ia mengaku tak menyangka suaminya dibunuh, karena tidak memiliki masalah dengan orang lain.
"Kami bingung, setahu saya tidak ada masalah. Kenapa suamiku harus ditembak," ujarnya.
Hasil autopsi menunjukkan ada proyektil peluru bersarang di kepala korban.
Pembunuhan Berencana
Polisi menyebut penembakan ini merupakan tindakan yang sudah direncanakan.
"Korban sempat dibuntuti sejak sore hari oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor," ungkap Kasatreskrim Polres Polman, AKP Budi Adi, Senin (20/10/2025).
Polisi menangkap ketiga pelaku di lokasi berbeda di wilayah Polman, sehari setelah kejadian, Minggu (19/10/2025).
Ketiganya berinisial DR, FR, dan AK.
Polisi menjerat para pelaku dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 junto Pasal 55 ayat (1) KUHP.
"Ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau 20 tahun penjara," kata AKP Budi Adi.
Baca tanpa iklan