Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

3 Anggota Polisi yang Terlibat Penembakan Pria Diduga ODGJ di OKU Sumsel Akan Diperiksa

Tiga anggota polisi bakal diperiksa pihak Propam yakni Aiptu DK, BRIPDA AS dan BRIPKA JF.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in 3 Anggota Polisi yang Terlibat Penembakan Pria Diduga ODGJ di OKU Sumsel Akan Diperiksa
Dokumen Warga
ODGJ TEWAS DITEMBAK - Dua anggota polisi dari Satreskrim Polres OKU saat mendatangi rumah Padly diduga pengidap ODGJ yang terlibat perusakan pos polisi di Ramayana dan Aneka Rasa. Korban tewas ditembak di anggota polisi saat akan ditangkap. 

Ringkasan Berita:
  • Ketiga polisi yang akan diperiksa Propam yakni Aiptu DK, BRIPDA AS dan BRIPKA JF
  • Kapolres mengatakan pihaknya akan transparan terkait penembakan tersebut
  • Keluarga mengatakan korban adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)

 

TRIBUNNEWS.COM, BATURAJA- Tiga anggota polisi Polres Ogan Kemering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel) akan diperiksa terkait kasus penembakan terhadap Padly (29), pria diduga alami gangguan jiwa.

Hal tersebut disampaikan Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo SIK MAP saat diwawancarai, Rabu (29/10/2025).

“Komitmen kami akan transparan, terbuka dan terang benderang dalam penanganan kasus tertembaknya Padly bin Indri Kalfi," ujar AKBP Endro.

Baca juga: Kronologi 3 Personel Polres OKU Sumsel Tembak Mati Pria Diduga ODGJ, Keluarga Tak Terima

AKBP Endro menguraikan, tiga anggota polisi bakal diperiksa pihak Propam yakni Aiptu DK, BRIPDA AS dan BRIPKA JF.

Ketiganya diperintahkan menangkap Padly karena merusak pos polisi.

Rekomendasi Untuk Anda

Aksi penangkapan tersebut berujung insiden penembakan lantaran pelaku sempat melawan.

Kapolres OKU menyatakan pihaknya akan mendalami informasi soal dugaan gangguan kejiwaan korban.

“Kami belum mengetahui kondisi tersebut sebelumnya. Informasi dari keluarga akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Keluarga Terpukul

Keluarga korban merasa terpukul atas kejadian tersebut. Indri Kalfi, ayah Padly, menyayangkan tindakan polisi yang menembak anaknya hingga tewas.

Menurutnya, Padly menunjukkan gejala Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam beberapa waktu terakhir.

“Anakku itu gilo, kalau memang salah tangkap bae, jangan ditembak,” ujar Indri Kalfi dengan nada sedih.

Ia juga menceritakan bahwa beberapa hari sebelum kejadian, Padly sempat berbicara ngawur dan mengaku ingin menemui Prabowo Subianto.

Baca juga: Perkara Antre BBM, Pria di Sumsel Tembak Mati Sopir Angkot, Ngaku Panik saat Lihat Perkakas

Sebelumnya, peristiwa penembakan ini terekam dalam video amatir yang beredar di media sosial dan langsung menyita perhatian masyarakat Baturaja.

Dalam rekaman, terdengar suara tembakan lebih dari dua kali, sementara korban terlihat memegang batu dan menantang petugas sambil berteriak “tembak saya, tembak saya.”

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas