Ramai-ramai Mundur dari Penerima Bansos di Bengkulu, Punya Mobil Ogah Dilabeli 'Keluarga Miskin'
Ratusan warga di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu mundur dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos karena tak mau dilabeli 'Keluarga Miskin'.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Ratusan warga di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu mundur dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantaun sosial (bansos).
- Langkah itu diambil warga lantaran malu rumahnya ditempeli stiker 'Keluarga Miskin'.
- Ratusan warga yang mundur itu ada penerima bansos yang sudah membaik ekonominya, memiliki mobil, rumah berlantai keramik, dan lainnya.
TRIBUNNEWS.COM - Warga di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, ramai-ramai mundur dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos).
Langkah itu diambil ratusan warga setelah Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang menggelar pemasangan stiker 'Keluarga Miskin' di rumah warga penerima bansos.
Stiker itu dipasang di rumah penerima bansos yang dinilai layak, memiliki kendaraan mobil atau motor mahal.
Program pemasangan stiker itu dilakukan sejak Senin (20/10/2025) dan dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapahiang, Helmi Johan.
Satu di antara rumah warga penerima manfaat bansos di Kelurahan Padang Lekat, huniannya tampak besar dan terdapat garasi.
Di dalam garasi itu terparkir sebuah mobil berwarna hitam.
Kepada pemilik rumah, Helmi mengatakan, pihaknya akan menempel stiker 'Keluarga Miskin' di depan rumah.
Helmi menegaskan, stiker tersebut tidak boleh dicopot, ditutupi, atau dihilangkan.
Jika stiker itu dicopot atau ditutupi, maka penerima manfaat dianggap mengundurkan diri.
"Kami pasang ini buk. Kalau ibuk mundur, kami tidak jadi pasang," kata Helmi, Rabu (22/10/2025), dikutip dari TribunBengkulu.com.
Tak mau dilabeli 'Keluarga Miskin', pemilik rumah memutuskan mundur dari penerima bansos.
Baca juga: Alasan Rumah Penerima Bansos di Bengkulu Dipasang Stiker Keluarga Miskin, DPRD Minta Sosialisasi
"Mundur bae (saja) kalau begitu," ucap pemilik rumah.
Sampai saat ini, total sebanyak 500 keluarga penerima bansos di Kabupaten Kepahiang mengundurkan diri.
"Selama 10 hari program pemasangan stiker, tercatat lebih dari 500 KPM mengundurkan diri, jumlahnya terus naik," katanya saat ditemui Kompas.com, Rabu (29/10/2025).
Bahkan, ia optimis KPM yang mengundurkan diri akan mencapai 1.000 penerima bansos.
Baca tanpa iklan