Kronologi Maling Motor di Surabaya Terbakar Gegara Satpol PP Nyalakan Korek Api
Maling motor terbakar hidup-hidup di Surabaya. Korek api Satpol PP picu api, warga heboh, video viral.
Editor:
Glery Lazuardi
“Semua kaget. Api langsung besar, pelaku teriak-teriak minta tolong. Satpol PP dan warga panik, lari ke arah gang buat cari air,” ujar Hau (50), saksi mata yang saat itu berada tak jauh dari lokasi, dikutip dari Tribunjatim.com.
Menurut Hau, dalam video yang beredar di media sosial, Rizki tampak menggelepar dengan tubuh diselimuti api.
Beberapa warga sempat mencoba menolong dengan menyiram air dari galon dan botol mineral, namun api sudah telanjur membesar.
Setelah beberapa menit, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Rizki kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya dalam kondisi luka bakar berat di bagian perut, dada, dan kaki.
Baca juga: Daftar 6 Pencurian Dramatis di Museum Louvre: Mahkota Berlian Raib, Mona Lisa Hilang Digondol Maling
Penjelasan Kapolsek Gubeng
Kapolsek Gubeng Kompol Eko Darma Sudarmanto membenarkan insiden tersebut.
Pihaknya kini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti terbakarnya tubuh pelaku.
“Benar, ada seorang terduga pelaku curanmor yang terbakar. Saat petugas datang, api sudah menyala. Kami masih mendalami apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan,” ujar Kompol Eko dikutip dari TribunJatim.com.
Eko menambahkan, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sisa tali plastik yang terbakar, botol berisi bensin, serta korek api milik petugas Satpol PP.
Polisi juga memeriksa beberapa saksi yang terdiri dari warga, anggota Satpol PP, dan korban pemilik motor.
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa Rizki bukan orang baru dalam dunia kejahatan.
Ia tercatat sebagai residivis kasus pencurian kendaraan bermotor, dan pernah keluar masuk penjara sebanyak dua kali.
Rekannya, yang disebut turut membantu aksi pencurian, kini masih dalam pengejaran.
Pihak rumah sakit menyebut kondisi Rizki cukup kritis.
Sekitar 60 persen tubuhnya mengalami luka bakar derajat dua dan tiga, terutama di bagian dada dan perut.