Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Busa Hitam Turun dari Langit Subang Bikin Warga Panik, Ini Kata Pakar

Busa hitam jatuh dari langit Subang, bikin warga panik. Pakar dan DLH ungkap potensi limbah dan ancaman kesehatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Busa Hitam Turun dari Langit Subang Bikin Warga Panik, Ini Kata Pakar
TikTok @infobandungselatan0
BUSA HITAM - Fenomena busa hitam pekat tampak melayang rendah dan mengendap di area persawahan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, Selasa, 28 Oktober 2025. Busa misterius yang turun dari langit ini diduga berasal dari aktivitas industri dan tengah ditelusuri pakar serta otoritas lingkungan.  

Jika masuk ke rantai makanan, risiko kesehatan masyarakat meningkat.

Kasus Serupa di Wilayah Industri Lain

Fenomena pencemaran udara akibat limbah industri bukan kali pertama terjadi.

Pada Juni 2025, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menghentikan operasional sembilan perusahaan di Jabodetabek yang terbukti mencemari udara, termasuk industri peleburan logam di Bekasi dan Tangerang.

“Pengawas dan penyidik KLH telah melakukan penghentian operasional dan proses hukum terhadap sembilan industri,” ujar Deputi Penegakan Hukum KLH, dikutip dari Kompas.com.

Kasus ini menjadi pembanding penting bahwa pencemaran udara dari aktivitas industri bisa berdampak lintas wilayah dan memicu krisis kesehatan jika tidak ditangani cepat.

Ancaman Lintas Wilayah dan Ketahanan Kesehatan

Fenomena busa kimia tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga bagian dari ancaman ketahanan kesehatan global, terutama jika menyebar melalui air, tanah, atau angin.

“Rekomendasi untuk tindak cepat yang saya bisa sarankan ya mengambil sampel dari busa, air permukaan, tanah, dan udara di lokasi warga terdampak,” kata Dicky.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga menekankan pentingnya pemantauan kesehatan warga sekitar, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, petani, dan ibu hamil.

Baca juga: Gumpalan Busa Hitam Muncul di Subang: Polisi Sebut dari Pabrik di Karawang, Dedi Mulyadi Merespons

Imbauan Publik dan Literasi Risiko

Dicky menyarankan agar warga tidak panik, namun tetap berhati-hati. Ia mendorong peningkatan literasi publik terkait risiko paparan zat kimia.

Langkah-langkah yang disarankan antara lain:

  • Tidak menyentuh busa secara langsung
  • Membilas kulit jika terkena busa
  • Menggunakan masker saat beraktivitas di area terdampak
  • Menutup sumber pencemaran jika terbukti berasal dari industri
Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas