Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

TNI Buka Posko di Distrik Dal dan Gandeng Warga Cari Korban Banjir dan Longsor di Nduga Papua

Saat ini masyarakat dari Distrik Dal, Mbua, dan Mbulmuyalma bersama prajurit TNI masih terus melakukan pencarian terhadap korban. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
Editor: Erik S
zoom-in TNI Buka Posko di Distrik Dal dan Gandeng Warga Cari Korban Banjir dan Longsor di Nduga Papua
HO/Koops Habema TNI
Banjir dan Longsor - Komando Operasi (Koops) Habema TNI mendirikan Posko Kemanusiaan di Distrik Dal, Kabupaten Nduga guna membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Nduga, Papua. 

Ringkasan Berita:
  • Koops Habema TNI telah menyiapkan personel dan peralatan bantu akses distribusi bantuan di wilayah yang sulit dijangkau
  • Bupati Nduga bersama unsur Forkopimda akan meninjau langsung lokasi bencana dan menyalurkan bantuan tambahan
  • Sejumlah warga dilaporkan hanyut terbawa arus sungai dan hingga saat ini masih dalam proses pencarian

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komando Operasi (Koops) Habema TNI mendirikan Posko Kemanusiaan di Distrik Dal, Kabupaten Nduga guna membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Nduga, Papua.

Koops Habema TNI juga menyatakan telah menyiapkan personel dan peralatan lapangan untuk membantu akses distribusi bantuan di wilayah yang sulit dijangkau.

Posko tersebut difokuskan untuk empat hal yakni mendukung pencarian dan evakuasi korban, menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok, memberikan layanan kesehatan darurat, serta menjadi pusat koordinasi antara aparat TNI, pemerintah daerah, dan relawan masyarakat.

Baca juga: Identitas 15 Korban Hilang Terseret Arus Banjir di Nduga Papua, 11 Pelajar, IRT hingga Ayah & Anak

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema TNI Mayjen TNI Lucky Avianto mengatakan saat ini masyarakat dari Distrik Dal, Mbua, dan Mbulmuyalma bersama prajurit TNI masih terus melakukan pencarian terhadap korban. 

Direncanakan dalam waktu dekat, kata dia, Bupati Nduga bersama unsur Forkopimda akan meninjau langsung lokasi bencana dan menyalurkan bantuan tambahan.

Lucky juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Nduga.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menegaskan TNI akan selalu hadir bersama rakyat dalam situasi darurat kemanusiaan.

"Kami turut berduka cita yang mendalam atas musibah longsor dan banjir bandang yang menimpa masyarakat Distrik Dal, Kabupaten Nduga. Koops Habema telah mendirikan Posko Kemanusiaan di lokasi terdampak untuk membantu proses pencarian, penyaluran bantuan, dan pelayanan kesehatan bagi warga," ujar Lucky dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi Mabes TNI pada Selasa (4/11/2025).

"Kehadiran TNI di Tanah Papua bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi kemanusiaan. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat untuk memastikan setiap warga terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan," lanjut dia.

Koops Habema TNI menyatakan bencana banjir dan tanah longsor tersebut dilaporkan terjadi di Kali Panpan, Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIT.

Baca juga: TNI Pastikan Keamanan Distrik dan Desa di Nduga Papua, Salurkan Akses Kesehatan hingga Air Bersih

Sejumlah warga dilaporkan hanyut terbawa arus sungai dan hingga saat ini masih dalam proses pencarian.

Informasi awal kejadian itu diterima pada Minggu 2 November 2025 pukul 11.30 WIT di Distrik Kenyam. 

Berdasarkan laporan lapangan, para korban merupakan warga dari tiga distrik berdekatan yakni Dal, Mbua, dan Mbulmuyalma yang pada saat kejadian dalam perjalanan pulang setelah bermain bola voli.

Ketika melintasi jembatan di atas Kali Panpan, jembatan tersebut ambruk akibat longsor dan derasnya arus sungai.

Sehingga para korban diduga hanyut terbawa arus.

Cuaca di wilayah tersebut yang masih diguyur hujan dengan kondisi tanah labil disertai akses komunikasi dan jalan darat sangat terbatas menyebabkan proses pelaporan dan evakuasi awal berjalan lambat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas