Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengakuan Guru di Subang setelah Tampar Siswa SMP, Dedi Mulyadi Pertemukan Wali Murid dengan Guru

Guru SMPN 2 Jalancagak Subang menampar siswa yang hendak bolos, orang tua murid marah, kasus viral dan disorot Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Faisal Mohay
zoom-in Pengakuan Guru di Subang setelah Tampar Siswa SMP, Dedi Mulyadi Pertemukan Wali Murid dengan Guru
TribunJabar.id/Deanza Falevi, Instagram @mangdans_/@dedimulyadi71
GURU TAMPAR SISWA - Orang tua siswa berinisial ZR (16), Deni Rukmana (kiri). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi gerak cepat respons kasus penamparan siswa oleh guru (kanan). Berikut kronologi lengkap kasus guru tampar siswa di Subang. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang guru IPS di SMPN 2 Jalancagak, Subang menampar delapan siswa yang diduga hendak bolos.
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi kasus ini dengan menyerukan kerja sama antara guru dan orang tua dalam mendidik anak.
  • Pihak sekolah mengakui kesalahan dalam penegakan disiplin dan berjanji mengevaluasi pendekatan pembinaan siswa.

TRIBUNNEWS.COM - Beredar viral video wali murid mendatangi SMP Negeri 2 Jalancagak, Subang, Jawa Barat karena tak terima anaknya ditampar.

Wali murid bernama Deni Rukmana (38) bertemu dengan guru yang melakukan kekerasan dan melampiaskan emosinya.

Anak Deni Rukmana berinisial ZR menjadi satu di antara delapan murid yang ditampar pada Senin (3/11/2025).

Diduga kedelapan siswa hendak bolos dengan cara melompat pagar sekolah.

Guru bernama Rana Saputra menampar para siswa untuk pendisiplinan.

Kasus ini mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menemui pihak sekolah dan orang tua siswa.

Rekomendasi Untuk Anda

Politisi partai Gerinda itu meminta orang tua dan guru saling berbagi peran dalam mendidik anak.

“Ketika di sekolah anak menjadi tanggung jawab guru, ketika di rumah tanggung jawab orang tua, jadi dua-duanya harus saling menghargai,” ungkapnya, dikutip dari TribunJabar.id.

Ia meminta orang tua mempercayakan pendidikan anak ke guru selama di sekolah.

“Kalau gurunya agak keras sedikit, nah orang tuanya juga harus menyadari kenapa kekerasan itu terjadi.”

“Tetapi guru juga harus menyadari tidak semua hal bisa diselesaikan dengan kekerasan,” tandasnya.

Baca juga: Tindak Pidana Kekerasan Anak oleh Ibu Tiri di Bojonggede

Sementara itu, Rana Saputra mengaku telah menampar siswa karena melakukan pelanggaran.

“Dia (siswa ZR) pelanggarannya merokok, kemudian berkelahi, menganggu kelas yang lain, dan terakhir loncat dari pagar,” bebernya.

Rana Saputra merupakan guru mata pelajaran IPS dan kini mendapat teguran dari Dedi Mulyadi.

Kata Pihak Sekolah

Wakasek Sarana dan Prasarana SMPN 2 Jalancagak, Yaumi Basuki, mengakui adanya kesalahan dalam penegakan disiplin siswa.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas