Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Gus Elham Yahya yang Viral, Kini Ditegur Lora Ismael soal Gimmick: Bisa Buka Pintu Pelecehan

Sosok Gus Elham Yahya yang kini viral menuai perdebatan di media sosial soal aksinya pada anak-anak, kini ditegur Lora Ismael

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Siti Nurjannah Wulandari
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Sosok Gus Elham Yahya yang Viral, Kini Ditegur Lora Ismael soal Gimmick: Bisa Buka Pintu Pelecehan
Dok.Pribadi/ Surya.co.id
SOSOK GUS ELHAM - Sosok Gus Elham Yahya, ulama muda yang viral kini kena tegur berbagai pihak, termasuk dapat teguran dari Lora Ismael pada 30 Oktober 2025 lalu 

Sekaligus cucu dari salah satu tokoh agama terhormat di Kediri.

Latar belakang keluarga tersebut menjadikan Gus Elham tumbuh dalam lingkungan religius yang kental dengan nilai-nilai keislaman.

Hingga kini, Gus Elham Yahya diketahui belum menikah dan belum memiliki anak.

Nama Gus Elham Yahya kini menuai sorotan di media sosial.

Aksi mencium pipi anak kecil saat menyampaikan dakwah menjadi perdebatan warganet.

Ulama lain, Lora Ismael pun sampai buka suara dan memberi teguran pada Gus Elham Yahya.

Melalui akun @ismaelakholilie, Lora menuliskan teguran bentuk rasa cinta pada Elham Yahya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Semoga sampai dan dibaca oleh beliau @elhamyahya," tulisnya dalam kolom captions.

Pengasuh Ponpes Al-Muhajirun As-Salafi Alkholili Bangkalan tersebut membuka tegurannya dengan disclaimer.

Ia menegaskan teguran dan nasihat yang disampaikan untuk Elham Yahya bukan sebagai tanda benci dan dengki, melainkan sebagai bahasa cinta dan kepeduliannya.

Lora Ismael pun memuji semangat ngaji dan dakwah Elham Yahya yang luar biasa.

Ucapan terima kasih pun ditulis oleh putra dari almarhum KH. Amien Kholil Yasin tersebut.

Namun Lora mengaku resah dengan gimmick dan guyonan Elham Yahya yang disebut 'agak laen'.

"Tapi kami juga resah dan gelisah Gus, ketika njen(RED-Anda) semakin kesini seakan semakin menghalalkan segalanya atas nama dakwah

Tanpa batasan, tanpa aturan, seakan-akan semua gebrakan bisa dibenarkan asalkan dakwah bisa tersebar ke semua kalangan, dalihnya : dakwah "bertahap" yang entah sampai dimana tahapannya, dakwah "santai" yang entah sampai kapan akan dibiarkan "kesantuyan"-nya, Jama'ah njen tertawa dan terhibur

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas