Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tumbuh Bersama Rumah BUMN Solo, Agnes Sulap Limbah Perca jadi Rupiah, Kini Aktif Rangkul Single Mom

Berikut cerita lengkap Agnesia Cristina, ubah limbah perca jadi rupiah hingga kini rangkul para single mom.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Tumbuh Bersama Rumah BUMN Solo, Agnes Sulap Limbah Perca jadi Rupiah, Kini Aktif Rangkul Single Mom
Tribunnews.com/Endra Kurniawan
KAIN PERCA - Agnesia Cristina (55), owner Gom'S Craft di Jalan Kutai Timur 3 No.15 Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, saat ditemui Senin (3/11/2025). Ia aktif merangkul single mom untuk bersama-sama berdaya dengan menggelar berbagai pelatihan. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endra Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM - Limbah perca kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Kalau tidak dijadikan lap dapur, biasanya dibuang ke tempat sampah karena tidak berharga.

Beda bagi Agnesia Cristina (55). Lewat sentuhan tangan terampilnya limbah perca bisa disulap menjadi lembaran-lembaran rupiah.

Ibu dua orang anak ini sudah bergelut dalam bisnis perca sejak 2012 silam dengan mendirikan Gom'S Craft di Jalan Kutai Timur 3 No.15 Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Gom'S berasal dari bahasa Jawa gombal artinya kain yang sudah tidak terpakai dan craft dalam bahasa Indonesia berarti kerajinan tangan.

Dalam berkarya Agnes sapaan akrabnya, mengusung slogan Sak Cuil Ning Nyeni. Maknanya meski kain perca hanya serpihan kecil, namun bisa menjadi karya seni bernilai tinggi.

“Awal itu coba-coba perca disambung buat bikin sprei. Saya jual harganya cuma Rp20.000-Rp25.000,” katanya membuka cerita saat ditemui di workshop Gom'S Craft, Senin (3/11/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Hadirnya Gom'S Craft juga berangkat dari keresahan sang owner melihat perca hanya ditumpuk di tempat-tempat konveksi Kota Solo.

Agnes berharap dengan dimanfaatkan kembali bisa menjadi bagian langkah kecil ikut mengurangi limbah.

“Saya ingin membantu melestarikan lingkungan supaya tidak menyampah itu perca,” tegasnya.

Baca juga: Rumah BUMN Solo Dorong UMKM Punya Website, Omzet Meroket di Era Digital

Semangat tak pernah lelah belajar turut menemani Agnes saat merintis bisnisnya. 

Dari otodidak dipandu tutorial YouTube dan Pinterest, kemampuannya merangkai lembaran perca berkembang pesat berkat ikut pelatihan.

Berjalannya waktu, produk Gom'S Craft semakin beragam awalnya cuma sprei, bertambah menjadi puluhan jenis dari jaket, rok, dompet, topi, tas, bandana, gantungan kunci hingga berbagai souvenir lainnya.

Agnes mengutamakan nilai seni di setiap produknya. Ia ogah menggunakan bahan meteran.

“Saya tidak pernah membeli kain yang masih utuh. Saya benar-benar memakai perca,” katanya.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas