Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dugaan Polisi Peras Polisi di Sumatra Utara, Ini Jawaban Polda Sumut

Dua terduga pelaku adalah pejabat utama Polda Sumut yakni Kombes JM dan Kompol AC

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Dugaan Polisi Peras Polisi di Sumatra Utara, Ini Jawaban Polda Sumut
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
DUGAAN PEMERASAN POLISI - Sejumlah perwira polisi di Sumatra Utara (Sumut) diduga menjadi korban pemerasan sesama perwira polisi. 
Ringkasan Berita:
  • Dua terduga pelaku pemerasan adalah Kabid Propam Polda Sumut Kombes JM dan Kasubbid Paminal Propam Polda Sumut Kompol AC
  • Keduanya disebut memeras sejumlah anggota polisi termasuk para perwira
  • Pelaku memeras rekannya hingga Rp1 miliar

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Sejumlah perwira polisi di Sumatra Utara (Sumut) diduga menjadi korban pemerasan sesama perwira polisi.

Dua terduga pelaku adalah pejabat utama Polda Sumut yakni Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sumut Kombes JM dan Kasubbid Paminal Propam Polda Sumut Kompol AC.

Kompol AC disebut-sebut sebagai kaki tangan Kombes JM. Dugaan pemerasan tersebut diungkap akun media sosial Tik tok @tan_jhonson88.

Baca juga: Kasus Pemerasan Abdul Wahid: KPK Geledah Rumah Kadis Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Dani Nursalam

Dalam melaksanakan aksinya, Kombes JM diduga kerap mengaku sebagai teman dekat Kapolda Sumut, sehingga personel takut mengadu.

Dalam jepretan layar yang dibagikan akun @tan_jhonson88, ada 10 poin dugaan pemerasan yang dilakukan mulai dari mencari-cari kesalahan personel.

Beberapa diantaranya yang diungkap ialah pemerasan personel Ditresnarkoba Polda Sumut Ipda Welman Simangunsong, berawal dari pengakuan salah satu tersangka kasus narkoba.

Tersangka mengaku hanya mengenal Ipda Welman, namun dituduh terlibat hingga diminta uang sebesar Rp 1 Miliar. Karena tak sanggup, disebut Ipda Welman cuma menyanggupi Rp100 juta.

Rekomendasi Untuk Anda

Lalu pada 7 Agustus, Ipda Welman Simangunsong sempat disuruh datang ke kafe, lalu ditangkap atas dugaan kepemilikan narkoba.

Kemudian Kapolsek Medan Barat, Kanit Reskrim dan beberapa personel dimintai uang sekitar Rp1 Miliar karena disebut ketahuan melepaskan tersangka kasus narkoba. Karena tak sanggup, mereka dicopot dari jabatannya dipindah ke pelayanan markas (Yanma).

Namun, untuk pindah dari pelayanan markas (Yanma) mereka diminta mencicil permintaan sebelumnya.

Kemudian, kasus dugaan perselingkuhan personel Polrestabes Medan Aipda Fachri, dituliskan diminta uang sebesar Rp1 Miliar.

Karena tak sanggup, Aipda Fachri dipindahkan ke Polda Sumut dan ketika dipindah, kasusnya dinaikkan kembali.

Baca juga: Daftar 3 Tersangka Kasus Pemerasan di Pemprov Riau, Termasuk Abdul Wahid

Kapolsek Medan Baru Kompol Hendrik Aritonang ditulis dimintai uang sebesar Rp200 juta usai dicari-cari kesalahannya.

Pemerasan Kompol Hendrik hendak diduga dilakukan beberapa bulan sebelum ia mendaftar sekolah staf dan pimpinan menengah (Sespimen).

Melakukan pungutan liar (Pungli) sebesar Rp10 juta kepada setiap perwira Polisi yang hendak mendaftar sekolah staf dan pimpinan menengah (Sespimen).

Sebab, setiap perwira harus mendapatkan surat keterangan hasil penelitian dan pengujian (SKHP) yang ditandatangani Kabid Propam Kombes Julihan Muntaha.

Dalam postingan lanjutan, ada juga dugaan pemerasan kepada personel Ditreskrimsus Polda Sumut modus nanam jagung.

Kemudian, diduga memeras 3 Kasat di Polresta Deli Serdang, Kanit dan Kapolsek. Lalu, Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu ditulis diperas Rp100 juta gara-gara beberapa tahanan kabur.

Selanjutnya, tebang pilih kasus personel Ditresnarkoba Polda Sumut jual sabu seberat 1 kilogram. Dalam kasus ini yang diproses hanya 1 personel, sedangkan yang lain tidak.

Baca juga: KPK Dalami Praktik Pemerasan TKA di Kemnaker Era Menteri Hanif Dhakiri

Selain itu, Kabid Propam Polda Sumut Kombes Julihan Muntaha dan Kasubbid Paminal Propam Polda Sumut Kompol Agustinus Chandra ditulis kerap mabuk-mabukan di tempat hiburan malam.

Jawaban Polda

Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sumut Kombes Nanang Masbudi mengatakan mendapatkan perintah dari Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto mengusut tudingan tersebut.

Ia menyebut pihaknya merespons cepat dengan membentuk tim guna memverifikasi informasi yang diposting akun anonim itu.

"Auditnya adalah bid propam untuk mengklarifikasi dan memverifikasi berita yang terdapat dalam. Ini tentunya bagian daripada transparansi dan akuntabilitas publik dalam melaksanakan audit kinerja dalam menyikapi berita yang viral ini,"kata Irwasda Polda Sumut Kombes Nanang Masbudi, Senin (24/11).

Meski akan memverifikasi, Kombes Nanang belum mengungkap siapa saja diduga korban-korban dugaan pemerasan Kombes JM dan Kompol AC yang sudah diperiksa.

 Ia menyebut pihaknya akan transparan memeriksa kebenaran dugaan pungutan liar (Pungli) dan pemerasan modus mencari-cari kesalahan personel untuk dimintai uangnya.

"Ada yang diperiksa, yang sudah kami periksa terhadap materi yang ada dalam akun tersebut, nanti akan kami sampaikan hasil daripada keseluruhan hasil daripada audit dengan tujuan tertentu yang kami lakukan ini. Masih berjalan."bebernya. 

Akan Diklarifikasi

Nanang mengatakan belum akan memeriksa Kombes JM dan Kompol AC.  Keduanya akan diperiksa belakangan, setelah para terduga korban terdahulu.

"Pasti nanti nanti akan kami lakukan klarifikasi daripada yang bersangkutan,"katanya.

"Kalau dari audit tertentu rekomendasi nya itulah yang akan kami laksanakan daripada hasil audit dengan tujuan tertentu, ini harus fakta apa yang kami temukan itulah akan kami tindaklanjuti. Sekali lagi ini adalah akun fake, tapi sebagai respons cepat perintah dan petunjuk dari bapak kapolda untuk menerjunkan inspektorat pengawasan daerah sumut untuk melakukan audit dengan tujuan tertentu atas obrik bid propam polda sumut,"sambungnya. 

Penulis: Haikal Faried Hermawan

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Polda Sumut Bentuk Tim Usut Dugaan 2 Polisi Peras Polisi

Sejumlah Perwira Polisi Diduga Jadi Korban Pemerasan 

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas