Guru SD di Tegal Tewas Dibunuh saat Bekerja Sambilan sebagai Driver Taksi Online
Kusyanto (46), seorang guru SDN Kalinyamatwetan 03 Kota Tegal, tewas dibunuh saat sedang bekerja sambilan sebagai driver taksi online.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Kusyanto (46), seorang guru SDN Kalinyamatwetan 03 Kota Tegal, Jawa Tengah, tewas dibunuh saat sedang bekerja sambilan sebagai driver taksi online.
- Kakak ipar korban, Luthfi Andri (45) mengatakan, kabar penemuan jenazah Kusyanto di wilayah Hutan Songgom, Kabupaten Brebes, membuat keluarga kaget.
- Menurutnya, almarhum mengalami luka di leher, seperti ada bekas jeratan.
TRIBUNNEWS.COM - Peringatan Hari Guru pada 25 November yang semestinya menjadi hari bahagia baginya justru meninggalkan duka mendalam bagi Lusi Erfina Novianti (40).
Suaminya yang bernama Kusyanto (46), seorang guru SDN Kalinyamat Wetan 03 Kota Tegal, Jawa Tengah, tewas dibunuh saat sedang bekerja sambilan sebagai driver taksi online.
Saat ditemui di rumahnya, RT 08/RW 03 Desa Tegalwangi, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Selasa (25/11/2025), Lusi hanya bisa bersandar di dinding dengan bantal yang menopang tubuhnya.
Lusi yang merupakan guru di SDN Randugunting 06 Kota Tegal tampak lemas dan matanya sembap.
Puluhan rekan guru yang mengenakan pakaian PGRI berdatangan untuk bertakziah.
Ketika TribunJateng.com menyampaikan belasungkawa, Lusi hanya bisa mengangguk.
Ia belum bisa bercerita apa pun kepada wartawan maupun rekan-rekan guru.
Kakak ipar korban, Luthfi Andri (45) mengatakan, kabar penemuan jenazah Kusyanto di wilayah Hutan Songgom, Kabupaten Brebes, membuat keluarga kaget.
Ia menyebut, korban izin kepada istrinya saat akan mengangkut penumpang pada Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
"Kemarin subuh, adik (red, istri korban) menelepon, suaminya sejak jam 14.30 WIB sampai pagi belum ada kabar."
"HP tidak aktif dan tidak bisa dihubungi sama sekali," kata Luthfi.
Baca juga: Hari Guru: 4 Potret Pilu Guru di Indonesia, Dari Upah Murah hingga Korban Pembunuhan
Keluarga kemudian berusaha mencari informasi dengan mendatangi kantor Grab dan kantor polisi.
Berdasarkan data di Grab, adik iparnya mengangkut penumpang dengan aplikasi hanya saat siang hari, yaitu dari Desa Kaligayam ke wilayah Kecamatan Pangkah.
Pada harinya, ia diduga membawa penumpang, tetapi secara offline.
"Seninnya, pukul 14.00 WIB kami dapat kabar ada penemuan mayat di daerah Songgom, Brebes. Kami konfirmasi namanya Kusyanto," ungkapnya.
Baca tanpa iklan