3 Perselingkuhan Libatkan ASN: Dikeroyok dan Mobil Dibakar, Kabur Tanpa Busana
Berikut tiga kasus perselingkuhan yang melibatkan ASN sepanjang 2025. Terjadi di Bengkulu, Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Garudea Prabawati
“Benar, empat orang sudah diamankan dan saat ini masih kami lakukan pemeriksaan intensif. Penanganan kasusnya masih terus berjalan,” ujar Darmawel.
Pihaknya masih mendalami kasus ini. Untuk sementara, aparat kepolisian telah mengamankan empat orang terduga pelaku. Mereka masih menjalani pemeriksaan.
Kabur Tanpa Busana
Di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, seorang ASN kepergok berbuat asusla dengan ibu rumah tangga (IRT) berinisial M.
ASN berinisial MYD (41) bekerja sebagai tenaga administrasi (TU) di sebuah SMK Negeri di Kecamatan Wonosari.
Pasangan itu tertangkap basah berbuat asusila di ladang milik warga. Saat digerebek, keduanya dalam kondisi tanpa busana.
Dukuh Piyaman 2, Rahmad Widiyanta mengakatakan kejadian berawal dari kecurigaan warga saat melihat dua sepeda motor terparkir di pinggiran ladang jati yang sepi, Jumat (18/7/2025) sekira pukul 21.00 WIB.
Lokasi itu tak jauh dari kawasan Makam Ki Demang Wonopawiro dan Pasar Paing Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari.
Warga kemudian berinisiatif memeriksa lokasi. Mereka mendapati dua orang itu dalam kondisi tanpa busana.
"Saat dipergoki warga yang pria langsung kabur hanya mengenakan celana dalam, meninggalkan pakaian, dompet, dan motor di lokasi."
Baca juga: Aiptu I Rela Ceraikan Istri Sah demi Nikahi Istri Pecatan Polisi, Digunduli usai Ketahuan Selingkuh
"Sementara, yang perempuan sempat tertinggal tetapi kondisi sudah berpakaian lengkap, ikut kabur tetapi terpisah," kata Rahmad, dikutip TribunJogja.com.
Warga pun geram dengan tindakan tersebut. Menurut Rahmad, tindakan itu tidak beradap dan mencoreng ketertiban serta keamanan kampungnya.
"Mereka ke sini, bawa tikar sendiri ke lokasi terbuka, jelas mereka sudah merencanakan. Warga kami sangat geram, kejadian ini juga membuat warga kami resah dan marah," tegasnya.
Sehari setelah kejadian, tepatnya Sabtu (19/7/2025), keduanya disuruh meminta maaf secara langsung kepada warga.
Mereka menundukkan kepala saat bertemu Dukuh, warga, dan pihak pemerintah Kalurahan Gading.
Keduanya mengakui telah melakukan perzinahan di lokasi kejadian.
Baca tanpa iklan