Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Imbas Banjir Bandang di Sumatra: Harga Sembako Naik, BBM Langka, dan Infrastruktur Rusak

Harga sembako di Padang, Sumatra Barat dan wilayah Aceh mengalami kenaikan imbas banjir bandang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Imbas Banjir Bandang di Sumatra: Harga Sembako Naik, BBM Langka, dan Infrastruktur Rusak
Dok.BNPB
BANJIR DAN LONGSOR - Foto yang disediakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia ini menunjukkan jembatan yang rusak setelah banjir di Padang, Sumatera Barat, Indonesia, pada 27 November 2025. Harga sembako di Padang, Sumatra Barat dan wilayah Aceh mengalami kenaikan imbas banjir bandang. 
Ringkasan Berita:
  • Harga sembako di Padang, Sumatra Barat dan wilayah Aceh mengalami kenaikan imbas banjir bandang.
  • Selain itu, antrean panjang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) wilayah Medan, Sumatra Utara setelah banjir.
  • Antrean panjang mengular di SPBU Simpang Limun, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (29/11/2025) lalu.

TRIBUNNEWS.COM - Bencana banjir bandang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra.

Pemerintah kini terus berupaya menanggulangi bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Harga sembako di Padang, Sumatra Barat dan wilayah Aceh mengalami kenaikan imbas banjir bandang.

Selain itu, antrean panjang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) wilayah Medan, Sumatra Utara setelah banjir.

Selengkapnya, berikut sejumlah imbas dari banjir bandang di Sumatra sebagaimana dirangkum Tribunnews.com, Senin (1/12/2025):

1. Harga Cabai dan Bawang di Padang Naik

Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Raya Padang, Sumatra Barat, mengalami kenaikan akibat bencana yang melanda 15 kabupaten dan kota di provinsi tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan penelusuran TribunPadang.com di sejumlah lapak pedagang, harga cabai dan sayur masih berada di atas harga normal.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ini, harga cabai berada pada kisaran Rp70-80 ribu per kilogram, naik dari harga normal sekitar Rp60 ribu.

Pada Minggu (30/11/2025), harga tersebut sudah turun dibandingkan sehari sebelumnya yang sempat menembus Rp200 ribu per kilogram.

Dodi Adinda (52), pedagang cabai di Pasar Raya Padang, membenarkan adanya kenaikan harga tersebut.

Ia mengatakan, lonjakan harga mulai terjadi sejak Kamis (27/11/2025), saat Sumbar dilanda banjir bandang dan longsor yang memutus akses utama dari Bukittinggi dan Solok.

Baca juga: Gus Ipul Dampingi Presiden Tinjau Banjir Tapanuli, Pastikan Bantuan Kemensos untuk Pengungsi

"Pasokan cabai terlambat datang. Hari ini harga sudah turun dari Rp180-200 ribu menjadi Rp70-80 ribu. Normalnya memang sekitar Rp60 ribu."

"Kenaikan ini akibat bencana dan hujan terus-menerus, sehingga petani tidak bisa ke ladang dan jalur pengiriman terganggu," ungkap Dodi, Minggu.

Selain cabai, harga bawang di Padang juga mengalami kenaikan.

Harga bawang berada di kisaran Rp55-60 ribu per kilogram, naik dari harga normal sekitar Rp35 ribu.

Meski terjadi kenaikan, Dodi menyebut daya beli masyarakat masih cukup tinggi.

Namun, ia berharap harga bahan pokok segera kembali stabil.

"Selain cabai, bawang juga naik. Ini akibat bencana dan keterlambatan pengiriman," paparnya.

2. BBM di Medan Disebut Sempat Langka

Antrean panjang mengular di SPBU Simpang Limun, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (29/11/2025) lalu.

Kendaraan bermotor terus berdatangan dan memenuhi halaman SPBU hingga meluber ke badan jalan.

Diberitakan Tribun-Medan.com, situasi ini dipicu oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Medan pascabanjir.

Gangguan distribusi akibat banjir membuat banyak SPBU kehabisan stok.

Seorang warga, Renaldi, mengaku sudah mendatangi beberapa SPBU sebelum akhirnya menemukan yang masih buka di Simpang Limun.

Ia terpaksa membeli BBM non-subsidi meski biasanya menggunakan BBM subsidi yang lebih murah.

“Daripada enggak dapat sama sekali, ya udah beli Pertamax aja lah jadinya."

"Sudah berapa SPBU yang ku datangi, kosong semua. Mending dapat Pertamax daripada enggak sama sekali,” ungkapnya, Sabtu.

Baca juga: Banjir Asia 2025: Sri Lanka Terburuk dalam 20 Tahun, Tragedi Ekologis Terjadi di Sumatra

BANJIR LANGKAT - Suasana masyarakat Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, saat mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat rumah mereka terendam banjir, Jumat (28/11/2025).
BANJIR LANGKAT - Suasana masyarakat Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, saat mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat rumah mereka terendam banjir, Jumat (28/11/2025). (Tribun Medan/MUHAMMAD ANIL RASYID)

3. Sembako Naik dan Infrastruktur di Aceh Hancur

Di Aceh, pasokan kebutuhan pokok terhenti dan infrastruktur rusak hingga memutus akses antarwilayah.

Anggota DPRA dari Fraksi PPP, Ihsanuddin MZ, mendesak Pemerintah Aceh segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk menangani kondisi darurat pascabencana banjir bandang di Aceh.

Ihsanuddin mengatakan, kelangkaan bahan pokok sudah dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Harga cabai merah keriting dilaporkan menembus lebih dari Rp200 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga telur naik hingga Rp100 ribu per papan dan sulit ditemukan di pasaran.

“Demikian pula dengan harga barang lainnya yang naik secara drastis di luar kendali. Hal ini tentunya sangat menyulitkan masyarakat kecil yang tidak memiliki kemampuan serta daya beli,” kata Ihsanuddin, Minggu (30/11/2025), dilansir Serambinews.com.

Baca juga: Banjir Bandang di Sumatera, Bahlil Minta Golkar Terlibat Proses Evakuasi dan Tanggap Darurat

Ia menyebut, kondisi ini dipicu kerusakan berat pada sejumlah titik infrastruktur utama. 

Ihsanuddin menilai akan terjadi kelangkaan pangan jika tidak segera ditangani dengan cepat.

“Pemerintah Aceh harus segera mengambil langkah-langkah cepat untuk menangani masalah tersebut agar tidak terjadi situasi yang tidak diinginkan."

"Sampai dengan saat ini, arus distribusi barang dan penumpang via jalan darat sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Jumlah Korban

Pada Minggu (30/11/2025) petang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana tersebut telah menyebabkan 442 korban meninggal dunia dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Adapun rinciannya 217 meninggal dunia di Sumatera Utara.

Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Sementara itu, untuk korban hilang meningkat menjadi 209 orang dibanding hari sebelumnya, setelah banyak yang melaporkan kehilangan keluarga kepada petugas di tiap-tiap posko daerah di Sumut.

Baca juga: Warning! BMKG Prediksi Banjir Rob Landa Jakarta, Banten dan Pantura Jabar Jelang Nataru

Bencana alam yang terjadi menyebabkan ribuan orang mengungsi yang tersebar di beberapa titik, antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.

Sementara itu di Aceh, berdasarkan data pada hari yang sama tercatat 96 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa hilang.

Para korban tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Jumlah pengungsi mencapai 62.000 KK di berbagai kabupaten/kota.

Kemudian di Sumatera Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dunia, 118 hilang, dan 16 luka-luka.

Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.

Total pengungsi mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

(Tribunnews.com/Nuryanti/Taufik Ismail) (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto) (Tribun-Medan.com/Aprianto Tambunan) (Serambinews.com/Rianza Alfandi)

Berita lain terkait Banjir Bandang di Sumut

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas