Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pemerintah Minta Maaf Penanganan Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar Masih Ada Kekurangan

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi yang tegas agar seluruh kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan BNPB mengerahkan sumber daya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Erik S
zoom-in Pemerintah Minta Maaf Penanganan Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar Masih Ada Kekurangan
/Puspen TNI
Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kodam I/Bukit Barisan berhasil temukan dan bergerak cepat mengevakuasi jenazah seorang laki-laki yang ditemukan meninggal akibat banjir di Desa Aek Nadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Korban ditemukan tersangkut pada tumpukan kayu besar yang hanyut terbawa derasnya arus sungai. (Puspen TNI/HO) 
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menyampaikan permohonan maaf atas penanganan banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang dinilai belum sepenuhnya optimal. 
  • Presiden telah meninjau langsung 3 provinsi terdampak bencana pada 1 Desember lalu. Hal tersebut memastikan negara hadir dan tidak meninggalkan masyarakat.
  • Saat ini pemerintah menetapkan situasi ini sebagai prioritas nasional, termasuk penggunaan Dana Siap Pakai untuk mempercepat penanganan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Pratikno menyampaikan permohonan maaf atas penanganan banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang dinilai belum sepenuhnya optimal. 

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam upaya penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini masih terdapat kekurangan,” ujar Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025). 

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi yang tegas agar seluruh kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan BNPB mengerahkan sumber daya secara maksimal.

Baca juga: Banjir Bandang di Sumatra Dipenuhi Ribuan Kubik Kayu Gelondongan, Mahfud MD: Kelalaian Pemerintah

“Instruksi dari Bapak Presiden sudah sangat jelas. Kita harus mengerahkan seluruh sumber daya dari pemerintah pusat, seluruh K/L, TNI, Polri, BNPB, agar setiap jam, setiap menit ada perbaikan, percepatan, dan peningkatan respon terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan Presiden telah meninjau langsung 3 provinsi terdampak bencana pada 1 Desember lalu. Hal tersebut memastikan negara hadir dan tidak meninggalkan masyarakat. 

Apalagi, saat ini pemerintah menetapkan situasi ini sebagai prioritas nasional, termasuk penggunaan Dana Siap Pakai untuk mempercepat penanganan.

"Seluruh lembaga telah diinstruksikan oleh Bapak Presiden untuk ekstra responsif dan memastikan fokus dalam penyelamatan korban, distribusi bantuan, dan pemulihan berbagai fasilitas dan layanan vital," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dijelaskan Pratikno, pemerintah juga mewaspadai potensi hujan sangat lebat hingga akhir tahun di Aceh, Sumut, Jawa, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Saat ini, lebih dari 500.000 ton bantuan telah dikirimkan ke wilayah bencana, termasuk daerah yang terisolasi karena akses putus.

Pesawat angkut A400 dan lebih dari 50 helikopter dikerahkan untuk menjangkau wilayah sulit. Airdrop logistik juga dilakukan menggunakan pesawat TNI AU CN-295, A-2904, dan C-130J Super Hercules.

"Kita juga memperoleh laporan daerah yang aksesnya terputus seperti Aceh Tamiang, Langsa, dan per kemarin sudah berhasil dilakukan airdrop dengan pesawat angkut TNI AU, CN-295, A-2904, dan juga C-130 J Super Hercules. Didukung oleh pengiriman logistik melalui jalur laut dengan kapal TNI, kapal angkut TNI," ungkapnya.

Ia menjelaskan layanan publik juga dipulihkan secara bertahap. PLN menargetkan perbaikan jaringan tegangan tinggi selesai pada 5 Desember, sementara Telkom mengerahkan 2.498 personel untuk memperbaiki telekomunikasi.

Baca juga: Warga Korban Banjir di Sumbar Sulit Dapatkan Air Bersih dan Sembako

Ia menegaskan pemerintah juga menelusuri dugaan kerusakan lingkungan yang diduga memperparah bencana.

“Satgas Penertiban Kawasan Hutan sudah turun tangan menelusuri dugaan gelondongan kayu yang banyak terbawa arus banjir,” pungkasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas