Vicky Prasetyo Dipolisikan Kasus Dugaan Penipuan Ratusan Juta, Ini Kronologinya
Musisi Vicky Prasetyo dilaporakan ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan senilai ratusan juta terkait pengadaan audio.
Penulis:
Ifan RiskyAnugera
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Ringkasan Berita:
- Vicky Prasetyo dilaporkan ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan Rp213 juta terkait pembelian perangkat audio untuk kafe Kopi Revolusi di Semarang.
- Pelapor Fajar Ramadhon mengaku memasang perangkat audio sesuai kesepakatan.
- Namun, pembayaran yang dijanjikan Vicky disebut tak kunjung terealisasi.
TRIBUNNEWS.COM - Selebritas sekaligus musisi Vicky Prasetyo dilaporakan ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan senilai ratusan juta.
Laporan itu dilayangkan oleh pemilik Kapten Audio Surabaya, Fajar Ramadhon terkait pembelian audio untuk kafe sang artis di Semarang, Jawa Tengah.
Pembelian perangkat audio tersebut diketahui bernilai Rp213 juta.
Namun pihak Vicky Praseyo diduga belum membayar biaya tersebut, padahal perangkat audio sudah terpasang di kafe miliknya.
Fajar sang pelapor, mengungkap kronologi adanya dugaan penipuan dari sang artis.
Awalnya, Fajar sempat mengundang Vicky untuk makan di restoran miliknya hingga akhirnya menjalin hubungan baik.
Fajar mengaku bahwa dirinya adalah penggemar dari vokalis band Kudeta itu.
"Jadi awal pertama kali ketemu Mas Vicky ini di restoran saya gitu. Jadi saudara Vicky dan timnya itu semua saya undang makan di tempat restoran saya. Kebetulan kan saya juga nge-fans banget sama Mas Vicky," ujar Fajar, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (13/6/2026).
Dari pertemuan itu, hubungan Fajar dengan Vicky terjalin baik.
Pada akhirnya, Vicky bercerita kepada Fajar ingin membuka kafe yang diberi nama Kopi Revolusi di Semarang.
Baca juga: Zaskia Gotik hingga Kalina, Vicky Prasetyo Ingin Reuni dengan Semua Mantan & Minta Maaf saat Ramadan
Fajar sebagai pemilik Kapten Audio Surabaya kemudian diajak kerjasama untuk menghandle perangkat audio yang dibutuhkan.
"Beberapa bulan hubungan kita tuh baik sekali."
"Terus habis itu Mas Vicky itu WA sama saya mau bangun kopi yang dinamakan kopi revolusi yang ada di Semarang, terus minta penawaran sama saya 'tolong hitungkan'," jelas Fajar.
Setelah adanya kesepakatan, Fajar dan tim memasang perangkat audio di kafe milik Vicky.
Fajar menyebut pembayaran awal lima puluh persen, sedangkan sisanya dicicil selama tiga bulan.