Beda dari Pemerintah, Gubernur Aceh Buka Lebar Bantuan Asing: Mereka Tolong Kita Kok Dipersulit?
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, tegas mengatakan pihaknya membuka lebar pintu bantuan asing untuk penanganan banjir bandang.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Garudea Prabawati
"Hari ini ada datang tim dari China, lima orang, untuk mendeteksi mayat yang ada di dalam lumpur," ungkap Mualem, Jumat, dikutip dari Serambinews.com.
Mualem menyebut tim khusus dari China memiliki alat khusus yang memudahkan proses evakuasi jasad korban yang tertimbun lumpur.
Tim itu, kata Mualem, akan diterjunakn ke beberapa titik yang sulit dijangkau, seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.
"Mereka ada alat untuk mengambil mayat-mayat (di dalam lumpur) itu," kata dia.
"Mayat-mayat di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, masih tertimbun (di dalam) lumpur. Jadi lumpur itu sampai sepinggang. Mereka ada alat bantu," imbuhnya.
Pemerintah Sebut Bantuan dari Luar Masih Ditutup
Berbeda dari Muzakir Manaf alias Mualem, pemerintah melalui Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, justru mengatakan pintu bantuan dari asing untuk penanganan bencana di Sumatra, masih ditutup.
Baca juga: Bupati Aceh Selatan Dianggap Tak Beretika Umrah di Tengah Bencana, DPR: Tak Pantas Tinggalkan Warga
Pemerintah optimis bisa menangani bencana banjir di Sumatra menggunakan kekuatannya sendiri.
"Saya kira, kita dengan semua kekuatan, tadi disampaikan bahwa ini adalah upaya bersama."
"Saya yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini," kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Jumat (5/12/2025), dikutip dari Kompas.com.
"(Bantuan dari luar negeri) masih ditutup sampai kita merasa membutuhkan bantuan," imbuhnya.
Di hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto dalam acara HUT ke-60 Golkar di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, mengaku bersyukur pemerintahannya bisa mandiri menangani bencana di Sumatra.
Ia mengatakan bencana banjir bandang di Sumatra menjadi ujian bagi rakyat sekaligus pemerintahan Indonesia.
Namun, menurutnya, Indonesia kuat karena bisa mengatasi bencana tersebut secara mandiri.
"Bencana ini sekali lagi musibah tapi di sisi lain menguji kita, menguji kita."
"Alhamdulillah kita kuat, kita mengatasi masalah mengatasi masalah dengan (kekuatan) kita sendiri," ujarnya, Jumat.
Baca tanpa iklan