Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pendeta Irwanner Selamat dari Amukan Banjir Bandang di Tapteng, Panjat Pohon dan Naik ke Bukit 

Rumah diterjang banjir bandang di Tapteng, Pendeta Irwanner berhasil selamat sementara istrinya terbawa banjir jenazah ditemukan 3 km dari rumah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pendeta Irwanner Selamat dari Amukan Banjir Bandang di Tapteng, Panjat Pohon dan Naik ke Bukit 
TikTok/aguslimsy/ayahkinaan
SELAMAT DARI BANJIR BANDANG - Potongan video yang diunggah warganet di media sosial TikTok menunjukkan aliran sungai dan banjir di Batang Toru, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara dipenuhi kayu gelondongan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut menilai banjir dan longsor yang terjadi di Sumut dikarenakan kerusakan hutan. Rumah diterjang banjir bandang di Tapteng, Pendeta Irwanner berhasil selamat sementara istrinya terbawa banjir jenazah ditemukan 3 km dari rumah. 

Ringkasan Berita:
  • Kisah pasutri pendeta jadi korban banjir bandang di Tapanuli Tengah (Tapteng).
  • Banjir datang saat keduanya sedang sarapan, sang suami selamat setelah lompat ke tempat tinggi dan naik pohon hingga bukit.
  • Sang istri lebih dulu terbawa banjir hingga jenazahnya ditemukan 3 kilometer dari rumah mereka.

 

TRIBUNNEWS.COM, TUKKA - Keluarga Pendeta Irwanner Muda Ritonga (57) dan istrinya yang juga pendeta, Lea Felanie (59) memberikan kesaksian di tengah banjir bandang yang melanda rumah mereka di Tapanuli Tengah (Tapteng).

Di tengah amukan banjir bandang itu, Pendeta Irwanner masih merasakan mukjizat bisa selamat setelah memanjat pohon dan naik ke bukit.

Sementara sang istri, Pendeta Lea Felanie terbawa air banjir bandang.

Jenazahnya ditemukan sejauh 3 Kilometer dari kediaman mereka, dekat pasar tradisional Tukka, pada Minggu (14/12/2025) sore.

 

Banjir Bandang Datang saat Pendeta Irwanner dan Pendeta Lea Felanie Sedang Sarapan

Rekomendasi Untuk Anda

Betty Trifena Ritonga, anak ketiga korban menceritakan pagi itu, Pendeta Lea Felanie dan suaminya, Pendeta Irwanner Muda Ritonga (57), sedang sarapan.

Mereka menyadari wilayah sudah diguyur hujan deras berhari-hari. 

Setelah sarapan, Lea Felanie beres-beres, sementara suaminya masih duduk.

Baca juga: Mukjizat! Nenek 71 Tahun dan Pria Lumpuh di Tapteng Selamat dari Banjir Bandang Kayu Gelondongan 

Tiba-tiba, Pendeta Irwanner mendengar suara keras kayu menghantam pintu gereja yang berdempetan dengan rumah mereka.

Kayu besar terlihat merusak pintu dari arah perbukitan. 

Dalam sekejap, air bah dan material longsor datang dengan cepat.

 

Perpisahan Tragis dan Mukjizat Sang Suami

Pendeta Irwanner bertindak spontan.

"Bapak melompat ke rumah sebelah dan manggil mama, 'Ayok, sudah banjir!'" cerita Betty Trifena Ritonga, anak ketiga korban.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas