Sosok Bripka AS, Oknum Polisi Terduga Pembunuh Mahasiswi UMM Ternyata Kakak Ipar Korban
Mahasiswi UMM Faradila Amalia (21) tewas diduga dibunuh kakak iparnya, Bripka AS. Polda Jatim dalami kasus.
Editor:
Glery Lazuardi
Sementara itu, dari CCTV di sekitar tempat kejadian perkara, terlihat sebuah mobil Strada Triton double cabin milik terduga pelaku mondar-mandir di lokasi.
"Bahkan mobil double cabin itu saya sendiri yang membelikannya,” kata Ramlan.
Ramlan mengaku mendapat informasi awal dari Kapolres Pasuruan terkait penemuan jasad putrinya.
Ramlan dihubungi bahwa korban ditemukan di dalam got di wilayah Pasuruan, sebelum akhirnya dilakukan penyelidikan lanjutan.
Korban berhasil diidentifikasi melalui sidik jari.
“FAN ini anak ketiga saya, saat ini masih semester 3 Prodi Hukum UMM. Dugaan kami, motifnya untuk menguasai harta. Di leher anak saya juga ada bekas cekikan,” tegas Ramlan.
Baca juga: Dugaan Perampokan Disertai Pembunuhan di Perumahan Mewah Cilegon, Bocah 9 Tahun Tewas
Kronologi Penemuan Mayat
Pada Selasa (16/12/2025), warga menemukan mayat perempuan di aliran sungai pinggir Jalan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Pada saat ditemukan kondisi korban terlungkup, mengenakan jaket hitam, celana panjang warna krem, serta helm berwarna pink.
Posisi tubuh korban saat ditemukan dengan kepala berada di bawah dan kaki di atas, serta tidak terendam air sungai.
Jasad pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang warga yang hendak memanen jagung di lahan dekat lokasi kejadian.
Saat memarkir kendaraannya di sekitar jembatan, saksi melihat tubuh seorang perempuan berada di aliran sungai kecil dan tidak bergerak.
Saksi kemudian memanggil warga lain sebelum akhirnya melaporkan temuan tersebut ke Polsek Wonorejo.
Hasil Autopsi Korban
Di tubuh FAN (21) mahasiswi asal Probolinggo, Jawa Timur yang diduga dibunuh Bripka AS atau kakak iparnya banyak ditemukan lebam maupun memar setelah dilakukan otopsi.
Korban sendiri tiba di rumah duka di Dusun Krajan, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 21.20 WIB dan dikebumikan sekitar pukul 22.00 WIB .
Hal itu disampaikan oleh Samsul (40) sopir pribadi keluarga korban saat menerima hasil otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara, Watukosek, Sidoarjo.
Baca tanpa iklan