Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Profil Kolonel Inf Ali Imran, Danrem Lilawangsa yang Viral Tegur Pengibar Bendera Bulan Bintang

Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Ali Imran bubarkan aksi bendera Bulan Bintang, tegaskan Aceh bagian Indonesia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Profil Kolonel Inf Ali Imran, Danrem Lilawangsa yang Viral Tegur Pengibar Bendera Bulan Bintang
(DOK. OXVA)
Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran turun langsung membubarkan aksi pengibaran bendera Bulan Bintang di Lhokseumawe. 

Ringkasan Berita:
  • Aksi pengibaran bendera Bulan Bintang di Lhokseumawe berakhir dengan pembubaran oleh aparat TNI yang dipimpin langsung Kolonel Inf Ali Imran
  • Penegasan bahwa Aceh adalah bagian dari Indonesia menjadi pesan utama, sementara seorang provokator diamankan karena membawa senjata api. 
  • Peristiwa ini menegaskan sikap negara terhadap simbol separatisme sekaligus memperkuat legitimasi kepemimpinan Danrem 011/Lilawangsa di mata publik.

TRIBUNNEWS.COM - Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran sedang menjadi perbincangan di media sosial.

Hal ini setelah aksi Kolonel Inf Ali Imran membubarkan aksi sejumlah warga yang menibgarkan bendera Bulan Bintang. Bendera Bulan Bintang itu dikibarkan di Jalan Lintas Banda Aceh-Medan di Kecamatan Muara Dua, Lhkoseumawe, Aceh.

Bendera Bulan Bintang adalah bendera yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), menampilkan latar merah dengan simbol bulan sabit dan bintang putih.

Warga yang menjadi provokator juga ditangkap karena kedapatan membawa senjata api.

Dalam rekaman video, Komandan  Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran turun langsung membubarkan aksi massa Kamis (25/12/2025).

Dalam teriakannya, Kolonel Inf menegaskan bahwa Aceh adalah bagian dari Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ambil itu bendera, ini Indonesia nggak ada itu bendera-bendera," tegas Danrem. Putra Aceh itu meminta kelompok warga tersebut membubarkan diri dan menyerahkan bendera  kepada TNI.

Dalam aksi itu, TNI mengamankan seorang pria dari kelompok tersebut. 

Dari dalam tasnya, ditemukan sebilah rencong dan sebuah senjata api pistol.

Aksi ini sempat mengganggu aktivitas lalu lintas nasional dan menciptakan situasi tegang, namun akhirnya berhasil dibubarkan.

Sekitar satu jam setelah kejadian, situasi di lokasi kembali normal dan arus lalu lintas dapat berjalan seperti biasa.  Masyarakat setempat mengaku bahwa kelompok tersebut bukan berasal dari daerah sekitar. 

Baca juga: Mualem: Bendera Bulan Bintang Akan Segera Berkibar Bebas, Tunggu Proses Resmi

Penjelasan Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda

Dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda Kolonel Infanteri Teuku Mustafa Kamal menyampaikan bahwa sekelompok warga berkumpul di jalanan sekitar pukul 10.10 WIB, Kamis, 25 Desember 2025, sambil membawa bendera bulan bintang yang dipasang pada kayu.

“Sekitar pukul 10.30 WIB, mereka mengibarkan bendera dan mengayun-ayunkannya sambil meneriakkan kata ‘merdeka’ saat pengguna jalan melintas,” ujar Mustafa dalam keterangan tertulis.

Komandan Resor Militer 011/Lilawangsa Kolonel Infanteri Ali Imran kemudian berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe dan mendatangi lokasi bersama personel Korem serta Kodim 0103/Aceh Utara.

Setiba di lokasi sekitar pukul 11.10 WIB, aparat mengimbau massa untuk menghentikan aksi dan menyerahkan bendera, namun imbauan tersebut ditolak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas