Setelah Pendaki Gunung Merapi, Kini Pendaki Gunung Merbabu Meninggal Dunia Tersambar Petir
Setelah penemuan pendaki meninggal dunia di Gunung Merapi pada Rabu (24/12), insiden pendaki meninggal dunia terjadi di Gunung Merbabu pada Kamis.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Sri Juliati
Korban mengalami luka bakar di bagian leher, dada, selangka, pinggang hingga panggul, dengan total luka bakar mencapai sekitar 27 persen.
Selain itu, ditemukan pola luka khas sambaran petir, termasuk bekas jam tangan di pergelangan tangan, rambut dan alis yang terbakar, serta kulit mengelupas di bagian punggung.
Pihak keluarga korban tiba di RSUD Muntilan pada Jumat sekitar pukul 00.45 WIB. Sekitar satu jam kemudian, jenazah diserahkan kepada keluarga dan dibawa menggunakan ambulans menuju Nganjuk, Jawa Timur, untuk dimakamkan.
“Kami mengimbau seluruh pendaki untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca, mengikuti arahan petugas, dan mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan gunung,” pungkas Glenter.
Kejadian di Merapi
Sementara itu di Gunung Merapi, pendaki bernama Aldo Oktawijaya (22) ditemukan Tim SAR meninggal dunia, Rabu (24/12/2025).
Pendaki itu sebelumnya sempat tersesat dan hilang selama 4 hari di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Dikutip dari Tribun Jogja, Kapolsek Kemalang AKP Sarwoko mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tergeletak tak bernyawa di dasar jurang sedalam 50-an meter.
"Ditemukan sekitar pukul 14.20 WIB di jurang dekat Pronojiwo, lokasinya masih di Taman Nasional Gunung Merapi," ungkap Sarwoko, Rabu.
Lokasi korban ditemukan masih berada di jalur sebelum Pos 1.
"Kalau dari Posko Sapuangin sebenarnya jaraknya tidak jauh, sekitar satu kilometer. Tapi medan jalannya sulit, naik turun. Jadi perjalanan evakuasi tadi dari lokasi penemuan sampai ke posko sekitar satu jam," jelasnya.
Saat ditemukan, korban mengalami luka robek 5 cm di kepala bagian kanan.
Selain itu juga ditemukan luka-luka lecet di bagian kaki dan tangan.
"Luka paling parah di bagian kepala, kemungkinan karena benturan dengan batu atau benda keras," katanya.
Jenazah korban sudah dibawa ke RSUP dr Soeradji Tirtonegoro untuk dilakukan visum.
Setelah itu, jenazah korban akan dibawa ke rumah keluarganya di Pacitan, Jawa Timur untuk proses pemakaman.
Kasus-kasus Pendaki Meninggal Dunia
Baca tanpa iklan