Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ibu dan Dua Anak Tewas Tertabrak Kereta Api di Sragi Pekalongan, Hujan Deras Jadi Faktor Utama

Hujan deras diduga jadi penyebab ibu dan dua anaknya tewas tertabrak KA Harina di perlintasan Sragi, Pekalongan, Senin sore

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ibu dan Dua Anak Tewas Tertabrak Kereta Api di Sragi Pekalongan, Hujan Deras Jadi Faktor Utama
Tribunnews.com/istimewa
TERTEMPER KERETA - Anggota Polres Pekalongan saat mengevakuasi korban tertemper kereta api yang ada di wilayah Kecamatan Sragi. Dari kejadian ini seorang ibu, bersama dua anaknya meninggal dunia setelah motor yang mereka kendarai tertemper kereta api di KM 98+300 antara Stasiun Sragi-Pekalongan, Senin (29/12/2025) sore, saat kondisi hujan lebat. Dok Polres Pekalongan 

Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin (29/12/2025) sore 
  • Seorang ibu dan dua anaknya tewas setelah sepeda motor yang mereka kendarai tertabrak KA Harina relasi Bandung–Surabaya saat hujan deras
  • Polisi menyebut jarak pandang terbatas menjadi faktor utama.

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN – Kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (29/12/2025) sore. 

Seorang ibu bersama dua anaknya meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai tertabrak Kereta Api Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.15 WIB di KM 98+300 lintasan antara Stasiun Sragi dan Stasiun Pekalongan.

Saat itu, korban melintas dari arah selatan ke utara menggunakan sepeda motor Honda Vario 125.

Kronologi Kecelakaan di Perlintasan Sragi

Kapolsek Sragi AKP Turkhan menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan jarak pandang sangat terbatas sehingga korban tidak menyadari adanya kereta api yang melintas.

Akibatnya, sepeda motor langsung tertabrak KA Harina dan ketiga korban terpental beberapa meter dari kendaraan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Hujan lebat membuat jarak pandang terbatas. Korban tidak mengetahui adanya kereta yang melintas sehingga terjadi temperan,” ujar AKP Turkhan.

Baca juga: Kereta Api Antar Samudra Tergelincir di Meksiko, 13 Tewas, Puluhan Luka akibat Gerbong Keluar Rel

Identitas Korban

Ketiga korban diketahui bernama: Muji Rahayu Slamet (35), Agung Januar Putra (11) dan Ajeng (7) yang merupakan warga Dukuh Kendayaan, Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Seluruh korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, titik awal benturan ditemukan sekitar 30 meter dari posisi sepeda motor. 

Sementara tubuh para korban ditemukan di sisi timur kendaraan dengan jarak sekitar 6–8 meter dalam posisi terkurap.

Petugas Polsek Sragi langsung melakukan pengamanan dan mengevakuasi korban ke RSUD Kraton Pekalongan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, membenarkan adanya insiden tersebut.

Akibat kejadian itu, KA Harina sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk memastikan kondisi sarana perkeretaapian aman.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Awak Sarana Perkeretaapian, kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 15.23 WIB.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas