Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Relawan Perkuat Distribusi Bantuan untuk Keluarga Prasejahtera di Daerah Terdampak Bencana

Relawan memegang peran krusial dalam penanganan bencana di Sumatera, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan psikososial.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Relawan Perkuat Distribusi Bantuan untuk Keluarga Prasejahtera di Daerah Terdampak Bencana
Tribun Medan/Fredy Santoso
BANJIR BANDANG TAPTENG - Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) yang menjadi penyelamat Juwita dan keluarganya ketika banjir bandang, masih berdiri di belakang rumahnya, menahan air, kayu dan batu gunung menghantam rumah, Minggu (14/12/2025). Relawan memegang peran krusial dalam penanganan bencana di Sumatera, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan psikososial masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Peran relawan sangat krusial dalam mengeluarkan bantuan, dan pemulihan psikososial masyarakat.
  • Kehadiran relawan mempercepat pemulihan dan menjadi simbol gotong royong bangsa.
  • Sebulan setelah banjir dan longsor , dampak masih terasa terutama bagi keluarga prasejahtera di Aceh Tamiang, Peureulakk , Kota Langsa, Pidie, dan Bireuen.

 

TRIBUNNEWS.COM , JAKARTA - Relawan memegang peran krusial dalam penanganan bencana di Sumatera, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan psikososial masyarakat.

Kehadiran mereka mempercepat proses pemulihan, mengisi kekosongan tenaga di lapangan, dan menjadi simbol gotong royong bangsa.

Relawan yang turun ke lapangan membantu penanganan bencana di Sumatera saat ini sudah mencapai puluhan, dari berbagai instansi, organisasi, hingga perguruan tinggi.

Sebulan setelah banjir dan longsor melanda pulau Sumatera, dampaknya masih nyata dirasakan, terutama oleh keluarga prasejahtera yang menggantungkan hidup dari usaha kecil di Aceh Tamiang, Peureulak, Kota Langsa, Kabupaten Pidie hingga Bireuen yang dikenal sebagai kota juang.

Beberapa titik mengalami dampak yang cukup besar dan masih minim bantuan.

Rekomendasi Untuk Anda

Para relawan Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali turun langsung ke berbagai titik krusial tersebut untuk menyampaikan bantuan kepada masyarakat.

Mereka berkumpul di rumah-rumah warga dan titik pengungsian.

Kehadiran relawan kali ini menjadi penguat di masa pemulihan, saat sorotan mulai berkurang, namun kebutuhan warga masih tinggi.

Saat disalurkan bantuan di posko bencana dan beberapa titik lainnya, para relawan dipertemukan dengan sebagian besar nasabah PNM Mekaar yang juga terdampak bencana ini.

Sebelum bencana, mereka mengandalkan warung kecil atau usaha rumahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Banjir yang datang tiba-tiba merendam tempat sekaligus tempat usaha. Peralatan rusak, stok dagangan habis, dan aktivitas usaha terhenti hingga kini.

Relawan menyampaikan bantuan kebutuhan sehari-hari sekaligus menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat. Di lapangan, banyak nasabah mengaku masih kesulitan memulai kembali usaha karena keterbatasan modal dan perlengkapan.

Kondisi ini membuat proses pemulihan berjalan lebih lambat, terutama bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan harian.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary mengatakan bahwa PNM memilih untuk kembali hadir karena dampak bencana belum sepenuhnya pulih.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas