Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pasien Diabetes Terdampak Bencana di Sumatra Terima Bantuan Layanan Insulin

Bagi pasien diabetes, terutama anak dan remaja dengan diabetes tipe 1, insulin bukan sekadar obat melainkan kebutuhan untuk bertahan hidup.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Pasien Diabetes Terdampak Bencana di Sumatra Terima Bantuan Layanan Insulin
Tribunnews.com/Kemenkes RI
KONDISI KESEHATAN- Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh berdampak pada kondisi lingkungan serta kesehatan warga yang sementara tinggal di posko pengungsian. Situasi pascabencana memerlukan pemantauan kesehatan berkelanjutan misalnya pada mereka pasien penyakit kronis. 

Ringkasan Berita:
  • Bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatra mengganggu akses pengobatan pasien diabetes, padahal insulin sangat penting untuk kelangsungan hidup, terutama bagi penderita diabetes tipe 1.
  • Kemenkes bersama mitra menyalurkan 13.700 pen insulin ke Aceh, Sumut, dan Sumbar menjaga keberlanjutan terapi sekitar 500 pasien terdampak bencana.
  • Kolaborasi ini dilakukan untuk mencegah komplikasi serius dan memastikan pasien diabetes tetap mendapatkan pengobatan di tengah situasi darurat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga mengancam pengobatan pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes

Bagi pasien diabetes, terutama anak dan remaja dengan diabetes tipe 1, insulin bukan sekadar obat melainkan kebutuhan untuk bertahan hidup.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) bersama mitra, termasuk Novo Nordisk, Changing Diabetes in Children (CDiC), dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), melakukan penyaluran insulin bagi pasien diabetes terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Anggaran Darurat Bencana hingga Rp60 Triliun pada 2026

Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai kadar gula darah tinggi akibat tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak mampu menggunakannya secara efektif. 

Tanpa insulin, glukosa tidak bisa masuk ke sel untuk diubah menjadi energi, sehingga menumpuk di darah dan berisiko merusak jantung, ginjal, mata, dan saraf. 

Bagi pasien diabetes tipe 1, tubuh tidak mampu memproduksi insulin sama sekali, sehingga penghentian pengobatan, bahkan sementara, dapat berakibat fatal.

Rekomendasi Untuk Anda

Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kemenkes RI, Agusdini Banun Saptaningsih, menegaskan pentingnya keberlanjutan terapi.

“Dalam situasi darurat, ketersediaan obat esensial seperti insulin tidak boleh tertunda. Pemutusan pengobatan dapat menyebabkan komplikasi serius dan membahayakan nyawa pasien,” kata Agusdini.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 7.000 orang luka-luka dan kerusakan pada 219 fasilitas kesehatan akibat bencana di Sumatera pada akhir 2025. 

Baca juga: Kemenkes: 3.719 Relawan Pastikan Layanan Kesehatan Pulih Pasca Bencana di Aceh, Bantu Persalinan

Gangguan distribusi obat dan akses ke fasilitas kesehatan menimbulkan tantangan serius bagi pasien diabetes, terutama yang bergantung sepenuhnya pada insulin.

Program donasi 13.700 pen insulin bertujuan untuk memastikan keberlanjutan terapi bagi sekitar 500 pasien diabetes, termasuk anak dan remaja dengan diabetes tipe 1.

General Manager Novo Nordisk Indonesia, Sreerekha Sreenivasan, menekankan, donasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pihaknya untuk memastikan pasien tetap menerima terapi yang aman dan berkelanjutan.

Insulin akan disalurkan secara bertahap melalui mekanisme distribusi nasional melalui koordinasi Kemenkes RI. 

Insulin akan dikirimkan oleh instalasi farmasi nasional/pusat, yang selanjutnya akan mendistribusikan insulin ke fasilitas layanan kesehatan di wilayah terdampak, termasuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan rujukan di tingkat daerah, sesuai dengan koordinasi dan arahan Kemenkes RI.

Baca juga: Tak Hanya Anak-anak, Kak Seto Sebut Orang Tua Korban Bencana Sumatera Lebih Rentan Trauma

Secara keseluruhan, donasi ini ditujukan untuk menjangkau sekitar 500 pasien diabetes, yang terdiri dari pasien diabetes tipe 1 serta pasien diabetes tipe 2, di kabupaten/kota terdampak pada tiga provinsi di Pulau Sumatera.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas