Mendagri Tito Optimis Sumatra Barat Bisa Pulih Sebelum Ramadan Tahun Ini
Perbaikan infrastruktur jalan menjadi kunci penting pemerintah dalam upaya memulihkan kembali provinsi tersebut.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Mendagri Tito Karnavian optimistis Sumatra Barat bisa pulih sebelum Ramadan 2026 dengan fokus perbaikan jalan dan penanganan pengungsi.
- Pemulihan di Sumatra Utara masih membutuhkan waktu karena kerusakan parah di beberapa wilayah terdampak.
- Sementara di Aceh, pemulihan difokuskan pada perbaikan jalan pegunungan dan pembersihan lumpur di dataran rendah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan, dirinya merasa percaya diri (pede) Sumatra Barat bisa kembali pulih sebelum memasuki bulan suci Ramadan, pertengahan Februari 2026.
Perbaikan infrastruktur jalan menjadi kunci penting pemerintah dalam upaya memulihkan kembali provinsi tersebut.
"Kalau saya melihat bahwa kalau untuk Sumatera Barat, saya sangat pede sekali sebelum Ramadan itu akan kembali normal. Kuncinya ya jalan aja. Jalan dan pengungsi dua itu aja untuk Sumatera Barat. Mudah-mudahan sebelum Ramadan sudah selesai," kata Tito saat jumpa pers usai rapat koordinasi (rakor) Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, di Kantor Kemendagri RI, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Banjir Bandang Sumatra, Cak Imin: Angka Kemiskinan Ekstrem di Indonesia Meningkat
Selanjutnya untuk pemulihan di Sumatera Utara, Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra itu menyatakan, masih cukup banyak daerah yang perlu penanganan.
Termasuk kata dia, di Desa Garoga yang wilayahnya paling terdampak parah akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor.
"Kemudian yang kedua adalah untuk yang di Sumatera Utara. Sumatera Utara itu yang besar kan di Desa Garoga, aja. Tapanuli selatan dan tapanuli tengah, Yang lain jalan. Jalan yang langsor kemudian tertutup sama pembersihan lumpur-lumpur dan menolong pengungsi," kata dia.
Hanya saja, Tito tidak dapat memberikan kepastian kapan wilayah Sumatera Utara akan kembali pulih.
Di hanya menyebut, kalau banyak pihak yang turut membantu maka pemulihan di Sumatera Utara akan bisa segera selesai.
"Nah itu yang kita harapkan dari Menteri Sosial bisa menambahkan dari anggaran bencana dan anggaran yang nonbencana yang tadi PHK sama untuk rumah tangga tadi ekonomi dan perabotan. Kalau itu dibantu, ini akan cepat selesai," kata dia.
Sementara untuk Aceh, mantan Kapolri tersebut mengatakan, ada beberapa penanganan khusus yang dilakukan.
Kondisi geografis Aceh yang notabene merupakan dataran tinggi menjadi salah satu tantangan tersendiri untuk pemulihan.
Baca juga: Update Bencana Sumatra, 29 Desa Hilang akibat Banjir dan Longsor, Paling Banyak di Aceh
"Kalau untuk Aceh, memang beda. Aceh itu di daerah gunungnya stoknya ditambah dan jalannya harus diperbaiki. Sambil ini masih musim hujan, alat beratnya stand by kami sana," kata dia.
Sedangkan untuk di kawasan dengan dataran rendah, Tito menyebut upaya yang harus dilakukan yakni dengan melakukan pembersihan lumpur.
Kata dia, apabila pembersihan itu dilakukan secara bergotong royong maka penyelesaian masalah di Aceh bisa segera teratasi.
"Di lowland, dataran rendah kunci utamanya kunci utamanya pembersihan lumpur. Kalau lumpurnya udah dibersihin, sungainya udah dikerok, itu akan jauh lebih mudah lagi menanganinya dan itu mungkin kalau ada tambahan pasukan, TNI POLRI, sekolah kedinasan, 15 ribu saja. 10 ribu, 15 ribu, 5 ribu, 15 ribu aja saja, saya yakin 2 minggu selesai," tukas Tito.
Baca tanpa iklan