Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usai Dua Raja Bertemu Gibran, Kubu Pakubuwono XIV Hangabehi Ganti Gembok Keraton Solo

Konflik internal Keraton Solo belum juga mereda meski dua raja telah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Terjadi aksi pergantian gembok.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Usai Dua Raja Bertemu Gibran, Kubu Pakubuwono XIV Hangabehi Ganti Gembok Keraton Solo
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
KERATON SOLO - Aksi saling mengganti gembok Keraton Solo kembali terjadi, terbaru Kubu Pakubuwono XIV Hangabehi melakukan penggantian gembok, Jumat (16/1/2026) sore. Aksi itu dilakukan setelah dua raja Keraton Solo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Konflik internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningkrat atau Keraton Solo kembali memanas.

Konflik internal yang terus berulang di Keraton Solo bukan lagi sekadar persoalan keluarga bangsawan atau adat lokal.

Dinamika perselisihan yang melibatkan dualisme kepemimpinan telah berkembang menjadi isu nasional, karena menyangkut pengelolaan warisan budaya, legitimasi lembaga adat, serta peran negara dalam menjaga stabilitas simbol-simbol sejarah bangsa.

Kali ini drama pergantian gembok di sejumlah pintu Keraton Solo kembali terjadi.

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah dua raja keraton Solo, Pakubuwono XIV Purbaya dan Pakubuwono XIV Hangabehi bertemu dengan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, Jumat (16/1/2026).

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi mengatakan, pihaknya bersama Maha Menteri KG Panembahan Agung Tedjowulan melakukan penggantian gembok di sejumlah titik di kawasan Keraton.

Rekomendasi Untuk Anda

“LDA bersama keluarga besar sentono termasuk dengan PA (Panembahan Agung),” kata KPH Eddy, dilansir TribunSolo.com.

Sebelumnya, sejumlah utusan dari kubu Pakubuwono XIV Purbaya diketahui menggerinda gembok secara paksa dan menggantinya dengan gembok baru.

Kini, LDA yang menudukung Pakubowono XIV Hangabehi melakukan tindakan serupa dengan kembali mengganti gembok tersebut.

Menurut KPH Eddy, selama akses kawasan Keraton dikuasai oleh pihak Sinuhun Purbaya, dampaknya justru merugikan masyarakat dan menganggu program konservasi.

Disebutkannya, selama ini Museum Karton juga ditutup untuk publik.

Baca juga: Dampak Dualisme di Keraton Solo, Dana Hibah Belum Cair, Pemerintah Tunggu Kepastian Penerus Tahta

“Digembok-gembok paksa merugikan masyarakat juga mengganggu program konservasi,” tuturnya.

Pakubowono XIV Purbaya Ganti Kunci Keraton

Sebelumnya, Pakubowono XIV Purbaya melakukan penggantian sekira 10 kunci pintu Keraton Solo, Sabtu (13/12/2025) lalu.

Bahkan, peristiwa itu sempat diwarnai adu mulut antara kedua kubu yang sedang berselisih mengenai penerus tahta.

Saat sejumlah orang utusan Pakubuwono XIV Purbaya datang ke Pintu Kori Kamandungan, cucu Pakubuwono XII, BRM Rangsang Kusumo berusaha merekam peristiwa tersebut.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas