3 Orang Diduga Pentolan OPM Diperiksa Usai Ditangkap karena Gerak-geriknya Mencurigakan
Tiga orang diduga pentolan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) ditangkap aparat di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Tiga orang diduga pentolan anggota OPM ditangkap aparat di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Jumat (16/1/2026).
- Sebelum ditangkap ketiganya menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan.
- Ketiga orang tersebut masih dilakukan pendalaman di Pos Rajawali II dan Pos Yonif 142/KJ.
TRIBUNNEWS.COM, PUNCAK - Tiga orang diduga pentolan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) ditangkap aparat di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 10.40 WIT.
Mereka adalah Kataw Kulua (27), Yaikunus Murib (26) dan Lois Murib (29).
Baca juga: Permintaan Terakhir Kopda Satria Taopan Sebelum Gugur Ditembak KKB di Papua
Ketiganya diduga adalah OPM Puncak wilayah Sinak KODAP XVIII/Sinak pimpinan Kalenak Murib serta simpatisan OPM Puncak.
Saat ini ketiganya masih berada di Pos Agandugume Satgas Yonif 142/KJ untuk dilakukan pendalaman.
Awalnya personel Pos Agandugume Satgas Rajawali II TNI dan Yonif 142/KJ sedang melaksanakan patroli dan sweeping humanis di sekitaran Simpang Gudang Grosir Gudang Logistik BNPB Pos Agandugume.
Saat itu mereka melihat ketiga anggota OPM tersebut memperlihatkan gerak gerik yang mencurigakan.
Tim kemudian melaporkan kepada Komandan Atas, Lettu Inf M Zandra selaku Danpos Agandugume Satgas 142/KJ.
Selanjutnya Danpos Agandugume Satgas 142/KJ memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap ke 3 OTK tersebut.
Namun saat tim patroli mendekati, ketiga OTK tersebut langsung melarikan diri sehingga terjadi aksi pengejaran.
Tim akhirnya berhasil menangkap mereka lalu dibawa ke Pos Agandugume untuk dilakukan pendalaman.
Sejumlah barang bukti mencurigakan juga diamankan.
Hasil pendalaman melalui jaringan tertutup bahwa ke 3 orang tersebut merupakan simpatisan kelompok OPM Puncak berada di wilayah Agandugume, serta memiliki peran sebagai pencarian logistik.
Saat ini ke 3 orang tersebut masih dilakukan pendalaman di Pos Rajawali II dan Pos Yonif 142/KJ.
Distrik Agandugume merupakan salah satu wilayah rawan aktivitas OPM Puncak Kodap XVIII/Sinak yang masih aktif melakukan pergerakan terbatas, baik dalam bentuk konsolidasi massa, logistik, maupun pergeseran personel secara tertutup.
Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB
Sebelumnya di awal tahun 2026, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali melakukan teror.
Teror terjadi di Kampung Tetmid, Papua, Kamis (8/1/2026) hingga terjadi baku tembak dengan aparat.
Dalam insiden itu seorang prajurit TNI, Praka Satria Taopan gugur.
Mengutip Pos Kupang, Praka Satria kelahiran Desa Erbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.
Dia merupakan anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan (Yonif 100/PS Dam I/BB).
Pria yang memiliki nama lengkap Satria Tino Taopan ini berasal dari Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Praka Satria Taopan memiliki jabatan Tamudi/Pool 3 Ton Ang Kima Yonif 100/PS.
Dia merupakan anak dari pasangan suami, istri Dominggus Taopan dan Dorkas Yohana.
Kedua orang tuanya berdomisili di Jalan Salak RT 020 RW 008 Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Praka Satria gugur dalam kontak senjata dengan KKB di Kampung Tetmid, Papua, Kamis (8/1/2026).
Kamis (8/1/2026), terjadi kontak senjata antara Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/PS dengan KKB di Kampung Tetmid, Papua.
Praka Satria Taopan tertembak dan gugur di tempat.
Jenazahnya kemudian dievakuasi dan akan dipulangkan ke Kupang untuk dimakamkan.
Artikel ini telah tayang di Tribunpapuatengah.com dengan judul 3 Pentolan Anggota OPM Ditangkap Aparat di Kabupaten Puncak
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.