Guru yang Dianiaya Murid Laporkan Kepala Sekolah ke Polisi, Pembiaran Jadi Alasan
Guru bernama Agus di Jambi yang dikeroyok siswanya laporkan murid, guru lain, hingga kepala sekolah. Ia merasa ada pembiaran dari pihak sekolah
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Endra Kurniawan
Dian menceritakan, aksi pengeroyokan tersebut bermula saat LF menegur teman-teman kelasnya untuk tenang menjelang berakhirnya jam pelajaran dengan kalimat "woi".
Ternyata, Agus saat itu lewat di depan kelas dan langsung masuk ke ruangan serta menanyakan siapa yang mengucapkan kalimat tersebut.
LF kemudian mengakui ucapannya dan menyampaikan hal tersebut kepada guru yang bersangkutan.
"Di dalam ruangan itu ada guru lain juga. Ketika ditanya siapa yang bilang 'woi', klien kami mengaku dan kemudian langsung dipukul," kata Dian menirukan keterangan LF.
Pada siang harinya, sejumlah siswa mendesak agar Agus meminta maaf ke LF.
Namun, situasi justru memanas dan berujung cekcok hingga terjadi pengeroyokan, seperti video yang viral di beberapa waktu yang lalu.
Peristiwa tersebut, lanjut Dian, sempat dilerai namun beberapa jam kemudian Agus keluar dari area kantin sambil membawa senjata tajam dan membuat siswa berlarian menyelamatkan diri.
“Kemudian sekitar dua jam setelah kejadian, oknum guru terlihat keluar dari kantin dan membawa senjata tajam, sehingga anak-anak langsung kabur,” ujarnya, dikutip dari TribunJambi.com.
Rangkaian kejadian tersebut yang kemudian dilaporkan oleh pihaknya ke Polda Jambi.
“Sebenarnya visum sudah dilakukan sebelumnya, namun akan dilakukan kembali dan hasilnya akan kami lampirkan dalam laporan,” kata Dian.
Sebelum melapor ke Polda Jambi, pihak siswa telah dimediasi, namun Agus tidak hadir.
Kronologi Menurut Agus
Aksi pengeroyokan tersebut bermula ketika korban, Agus Saputra menegurnya dengan kalimat yang tak pantas.
Baca juga: Sosok Guru SMK yang Dikeroyok Murid di Mata Siswa, Minta Dipanggil Pangeran
"Guru olahraganya juga ada pada saat itu,"
"Pada saat itu juga saya datang ke kelasnya. Saya tanya siapa yang meneriakkan saya dengan kata-kata yang tidak pantas itu," katanya.
Seorang siswa pun mengaku ia melontarkan kalimat tak pantas tersebut.