Evakuasi Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Hadapi Medan Ekstrem, Basarnas Kerahkan Opsi Berlapis
Inilah proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Ditarik dari tebing dengan kemiringan hampir 90 derajat
Tayang:
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Tiara Shelavie
HO/IST
KECELAKAAN PESAWAT ATR – Tim SAR gabungan mengevakuasi kantong jenazah korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026). Evakuasi berlangsung 30 jam di tengah hujan deras, kabut, suhu dingin, dan ancaman longsor.
Pesawat ATR 42-500 berangkat dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Pesawat ini disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk misi pemantauan perairan.
Pesawat ini sempat hilang kontak sebelum ditemukan jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Ada 10 orang di dalam pesawat ini, terdiri dari 7 kru, 3 penumpang.
Hingga saat ini, tiga korban telah ditemukan.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Tali Sempat Putus di Tebing Hampir 90 Derajat Saat Evakuasi Korban Pertama Pesawat ATR 42-500
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz/Nurul Hidayah)
Berita Populer
Berita Terkini