Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Belajar dari Bencana, Sensor Kenaikan Debit Air Bakal Dipasang di Kota Bandung

Wali Kota Bandung siapkan mitigasi bencana setelah berkaca pada kejadian longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Belajar dari Bencana, Sensor Kenaikan Debit Air Bakal Dipasang di Kota Bandung
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KONSULTASI KPK - Wali Kota Bandung terpilih Muhammad Farhan menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/2/2025). Wali Kota Bandung siapkan mitigasi bencana setelah berkaca pada kejadian longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 
Ringkasan Berita:
  • Longsor menerjang Desa Pasirlangu, Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Pemda menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 selama 14 hari.
  • Kota Bandung melakukan mitigasi dampak dengan memantau debit sungai di wilayah utara, termasuk pemasangan sensor kenaikan air sebagai sistem peringatan dini.
  • Basarnas mencatat 29 kantong jenazah telah dievakuasi dan diserahkan ke DVI. Total 113 warga terdampak, 23 orang berhasil dievakuasi selamat.

TRIBUNNEWS.COM - Sabtu (24/1/2026) Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat diterpa longsor.

Kejadian pada dini hari tersebut membuat pemerintah daerah menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 selama 14 hari guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.

Tak ingin mengalami hal yang sama, Kota Bandung bakal memantau kenaikan air sungai di bagian utara sebagai langkah mitigasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

"Kami berkoordinasi dengan banyak pihak dan akan menerapkan teknologi,"

"Saat ini baru ada satu sensor di Sungai Cikapundung untuk mendeteksi kenaikan debit air," ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Ia menuturkan, langkah mitigasi tersebut dilakukan karena Kota Bandung termasuk wilayah penerima dampak bencana.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ke depan akan ditambah di beberapa titik lain sebagai sistem peringatan dini bencana. Kota Bandung ini penerima dampak, sehingga kita harus lebih siap mengantisipasi," ucapnya.

29 Kantong Jenazah Berhasil Dievakuasi

Per Senin (26/1/2026) siang, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menuturkan, sudah ada 29 kantong jenazah yang diserahkan pihaknya ke DVI.

29 kantong jenazah tersebut merupakan total dari pencarian tim SAR sejak Sabtu.

"Korban yang kita evakuasi hari ini ada 4 body bag dan itu sudah kita serah terimakan,"

Baca juga: Ketakutan Massal, Warga di Zona Hijau Ikut Mengungsi Bersama Warga Terdampak Longsor di Cisarua KBB

"Sehingga total dari pertama kali kita melaksanakan operasi, korban yang kita serahkan dalam bentuk body pack, totalnya ada 29 body bag," ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id.

Ia menginformasikan, ada 113 warga yang terdampak dalam kejadian.

"Yang sudah pasti yang terdaftar adalah 34 kepala keluarga atau rumah itu yang terdampak,"

"Dan awalnya yang dilaporkan adalah 113 orang dan dievakuasi dalam kondisi selamat ada 23," tandasnya.

Evakuasi Tak Mudah

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, tim SAR gabungan saat ini masih terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor.

Metode pencarian yang digunakan menggunakan alat berat, pencarian manual oleh personel SAR, dan pemantauan udara dengan menggunakan drone.

Cuaca yang kerap berubah dan kondisi medan yang cukup ekstrem menyulitkan pergerakan tim di lapangan.

"Faktor cuaca dan medan menjadi tantangan utama. Berdasarkan pertimbangan teknis dan keselamatan personel, operasi pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali esok hari," katanya.

Daftar Korban yang Sudah Teridentifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) juga telah berhasil mengidentifikasi 11 jenazah, sementara sisanya masih dalam proses.

Mengutip TribunJabar.id, 11 korban telah berhasil diidentifikasi:

1. Suryana, laki-laki, 57 tahun,

2. Jajang Tarta, laki-laki, 35 tahun

3. Dadang Apung, laki-laki, 60 tahun

4. Nining, perempuan, 40 tahun

5. Nurhayati, perempuan, 42 tahun

Baca juga: Korban Bencana Longsor Cisarua Dapat Bantuan Rp10 Juta per KK, Apakah Layak?

6. Lina Lismayanti 43 tahun

7. M Kori, laki-laki, 30 tahun (Potongan tubuh berupa tangan).

8. AI Sumarni 35 tahun

9. Koswara 40 tahun

10. Koswara 26 tahun

11. Ayu Yuniarti 31 tahun

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Basarnas Serahkan 4 Jenazah Baru, Total 29 Kantong Korban Longsor Cisarua Dievakuasi

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Rahmat Kurniawan)(Kompas.com, Putra Prima Perdana)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas