5 Populer Regional: Profil Kapolresta Sleman - 23 Prajurit TNI AL Tertimbun Longsor Cisarua
Berita populer regional dimulai dari profil Kapolresta Sleman hingga 23 prajurit TNI AL tertimbun longsor Cisarua.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti alih fungsi lahan di lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Alih fungsi lahan atau konversi lahan adalah perubahan peruntukan sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsi awalnya (misalnya pertanian atau hutan) menjadi fungsi lain (seperti permukiman, industri, atau infrastruktur)
Adapun longsor di Cisarua terjadi hari Sabtu (24/1/2026). Berdasarkan data hari Minggu, masih ada sekitar 83 orang yang hilang. Adapun korban tewas kini mencapai 25 orang.
Saat ini area di sekitar titik longsor digunakan sebagai tempat menanam sayuran. Padahal, area itu sebelumnya dianggap sebagai kawasan hutan.
Mengenai hal ini, Hanif menyebut ada aspek urbanisasi yang cukup masif sehingga mengubah pola makan masyarakat yang sebetulnya bukan habit atau kebiasaan mereka.
"Kita makan hal yang sepertinya bukan habit kita, seperti kentang, kol, kobis, paprika. Itu semua kan daerah di subtropis. Subtropis yang kebiasaan hidupnya di ketinggian 800-2.000 meter di atas permukaan laut," kata Hanif ketika berkunjung ke lokasi longsor, Minggu, (25/1/2026), dikutip dari Tribun Jabar.
Menurut Hanif, situasi seperti itu membuat aktivitas pertanian yang naik ke gunung dan kawasan itu dibuka menjadi lahan pertanian.
"Sebenarnya ini (sayuran) bukan dari Indonesia. Jadi ini sebagian besar jenis-jenis yang kita tanam hari ini berasal dari subtropis, seperti di Amerika Selatan, Cile, Peru yang kemudian naik seribuan meter di atas permukaan laut yang seharusnya tidak bisa," kata Hanif.
5. 23 Anggota Marinir TNI AL Tertimbun Longsor di Bandung Barat: Didata Terpisah dari Korban Sipil
Pendataan 23 anggota Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang tertimbun tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026) lalu akan dilakukan secara terpisah dari pendataan korban warga sipil.
Nantinya, pendataan korban TNI AL akan dilakukan oleh tim khusus.
Sementara, pendataan korban sipil dilakukan di posko bencana.
Hal ini disampaikan oleh Incident Commander tanah longsor Desa Pasirlangu, Ade Zakir, Senin (26/1/2026).
"Itu di luar Basarnas kita, di luar. (Data korban TNI masuk ke sini?) Tidak, ada tim khusus yang menangani," kata Ade Zakir, dikutip dari TribunJabar.id.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman; nantinya tentara yang menjadi korban longsor ditangani oleh pihak TNI.
Meski demikian, proses pencarian dilakukan secara bersinergi oleh tim SAR gabungan yang melibatkan berbagai instansi dan pihak.
"Koordinasinya dengan pihak Kodam, TNI. Kami fokus di pencarian yang 84 warga, meskipun dalam praktiknya kami bersinergi berkoordinasi, itu (datanya) sendiri, silakan dengan TNI," tutur Herman.
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan