Sejarah Ledok Sambi Ecopark, Destinasi Wisata yang Asri di Jogja
Ledok Sambi adalah destinasi wisata yang cocok dikunjungi untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, sahabat, komunitas, dan rekan kerja.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Ledok Sambi adalah destinasi wisata yang cocok dikunjungi untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, sahabat, komunitas, dan rekan kerja.
- Di sana, wisatawan bisa memilih berbagai macam kegiatan, mulai dari rekreasi, gathering, outbound, hingga camping.
- Ledok Sambi juga menyediakan Warung Kopi Ledok untuk para wisatawan yang ingin menikmati kuliner di Kota Pelajar.
TRIBUNNEWS.COM - Jika kalian berkunjung ke D.I. Yogyakarta, sempatkanlah mampir ke Ledok Sambi Ecopark, sebuah destinasi wisata yang terletak di Jalan Kaliurang No. 2, Kecamatan Pakem, Sleman.
Ledok Sambi adalah destinasi wisata yang cocok dikunjungi untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, sahabat, komunitas, dan rekan kerja.
Di sana, wisatawan bisa memilih berbagai macam kegiatan, mulai dari rekreasi, gathering, outbound, hingga camping.
Bukan hanya itu, Ledok Sambi juga menyediakan Warung Kopi Ledok untuk para wisatawan yang ingin menikmati kuliner di Kota Pelajar.
Terkait lokasi, Ledok Sambi mudah dijumpai di layanan peta online seperti Google Maps karena tempatnya berada di lereng Gunung Merapi, jaraknya kurang lebih 19 kilometer dari pusat Kota Jogja.
Sejarah Ledok Sambi
Ledok Sambi telah mengalami perjalanan panjang hingga akhirnya menjadi destinasi wisata yang menyediakan beragam pilihan kepada para wisatawan.
Berdasarkan penuturan Manajer Pengembangan Bisnis Ledok Sambi Ecopark, Adrian Adhya Hermanu (29), Ledok Sambi pertama kali muncul pada tahun 2003.
"Ledok Sambi itu sudah dari tahun 2003, sebenarnya (tahun ini) sudah memasuki tahun ke-23," ujar Adrian kepada Tribunnews.com, Senin (26/1/2026).
Namun, saat awal berdiri, Ledok Sambi hanya menyediakan camping ground dan outbound.
Fokus dari Ledok Sambi, sambungnya, adalah menyediakan outbound untuk berbagai kalangan, mulai dari siswa sekolah hingga karyawan.
"Pada tahun 2010, kita sempat tutup hampir satu tahun karena Gunung Merapi meletus," ucapnya.
Baca juga: Dilanda Banjir Bandang, Belasan Tempat Wisata di Jateng Ditutup, Ini Daftarnya
Setelah kembali dibuka pada tahun 2011, Ledok Sambi tetap fokus menyediakan camping dan outbound dengan total peserta minimal 20 orang.
"Kalau pemahamannya paling mudah seperti gedung serbaguna, jadi kalau ada yang reservasi (Ledok Sambi) itu dibuka, tapi kalau tidak ya kami tidak terbuka untuk umum," terangnya.
Kemudian, Ledok Sambi sempat mengalami buka-tutup saat pandemi Covid-19 pada tahun 2020.
Ketika dibuka pada Juli 2020, Ledok Sambi mulai mengusung konsep yang berbeda, yaitu restoran di alam yang masuknya gratis.
Baca tanpa iklan