Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Motif Perampokan Tewaskan Anak Bos Sate di Boyolali, Polisi: Masih Proses Pendalaman

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus perampokan di Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Pihak kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif kasus perampokan di Karanggede, Boyolali, Jumat (30/1/2026).
  • Sejauh ini, polisi telah mengamankan pelaku berinisial AG dan menyita barang bukti berupa kendaraan milik korban yang dibawa kabur.
  • Diduga motif perampokan karena masalah utang piutang.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus perampokan berujung kematian bocah 6 tahun di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. 

Peristiwa perampokan atau pencurian tersebut, menambah daftar kasus kejahatan di Indonesia setahun terakhir.  

Sepanjang tahun 2025, ada tiga kejahatan paling banyak dilaporkan, termasuk pencurian dengan pemberatan dan penganiayaan. Dua kejahatan tersebut, menempati urutan teratas.

Pusiknas Bareskrim Polri mencatat 414.812 kasus kejahatan dilaporkan dari seluruh wilayah Indonesia sejak Januari-Desember 2025.

Terbaru, kasus perampokan sadis di Karanggede, Boyolali yang terjadi pada Kamis (29/1/2026), kini memasuki babak baru. 

Rekomendasi Untuk Anda

Polisi telah menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah Kudus, Jawa Tengah. 

Selain mengamankan pelaku berinisial AG (30 tahun), Polisi menyita barang bukti berupa kendaraan milik korban. 

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus yang menimpa keluarga bos sate, Purwanto itu. 

Pun dengan motif pelaku melakukan aksi sadisnya, polisi masih mendalaminya. 

Diduga, kasus perampokan disertai kekerasan itu, dipicu persoalan utang piutang. 

“Untuk motif dan lain-lain, harap sabar, masih dalam proses pendalaman lebih lanjut,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana, Jumat (30/1/2026), dilansir TribunSolo.com.

Baca juga: Perampokan Sadis di Boyolali, Istri Bos Sate Terluka dan Dapat Puluhan Jahitan, Anak Tewas di Ember

Sementara itu, Wahyudi, salah seorang anggota keluarga korban, menceritakan soal dugaan masalah utang piutang.

Menurut Wahyudi, beberapa hari sebelum kejadian, korban sempat menagih utang kepada AG.

"Setahu saya, kalau nggak salah 5-6 hari lalu itu si Daryanti (korban) minta (menagih utang) sama AG. Karena belum ada, AG marah dan seterusnya, berujung penganiayaan," ceritanya. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas